Harga Timah Akhirnya Tumbang Juga

Tim_Wow    •    Sabtu, 15 Januari 2022 | 13:18 WIB
Ekonomi
Ilustrasi. (net)
Ilustrasi. (net)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com --  Harga timah di pasar London mupun Shanghai tertekan. Pada penutupan pasar Jumat (14/1/2022) petang harga timah kontrak tiga bulan turun tajam ke US$40.500 per metrik ton setelah dua hari sebelumnya berada di rekor harga tertinggi baru US$41.710 per metrik ton.

Harga timah juga turun di Shanghai Futures Exchange  (SHFE) dari rekor harga tertingginya menjadi 309.340 yuan per metrik ton.

Logam dasar berjangka di London Metal Exchange (LME) pada pembukaan pagi sebagian besar lebih tinggi dengan nikel memimpin reli. Namun harga timah yang dua hari berturut berada di rekor harga tertinggi terkoreksi hampir 4%.

Sedangkan logam  dasar Shanghai ditutup bervariasi  karena gubernur Fed mengindikasikan kenaikan suku bunga di bulan Maret. Tembaga Shanghai turun 0,63%, aluminium turun 1,97%, timbal naik 1,95%, seng bertambah 0,38%, timah turun 0,54%, dan nikel naik 2,46%.

Timah di SHFE ditutup turun 0,54% atau 1.670 yuan per metrik ton pada 309.340 yuan dengan bunga terbuka turun 2.180 lot menjadi 36.433 lot.

Secara fundamental, pasar spot stabil, dan sedikit meningkat dari beberapa hari sebelumnya. Persediaan meningkat secara signifikan. 

"Harga timah kemungkinan akan turun dalam jangka pendek di tengah melemahnya permintaan menjelang Tahun Baru Imlek," kata analis pasar Shanghai Metal Market, Sabtu (15/1/2022). 

Harga logam telah naik akhir-akhir ini karena pemadaman produksi dan persediaan yang lebih kecil menghidupkan kembali kekhawatiran tentang pasokan global bahan penting untuk manufaktur dan transisi energi hijau. 

Namun pergerakan pasar logam lebih tenang sejak Kamis karena investor terus mencerna data inflasi AS hari Rabu, yang menunjukkan harga konsumen melonjak tahun lalu paling besar  hampir empat dekade. (wb)



MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE