Man Gendoh Tinggal Sebatang Kara di Rumah Reot

Chairul Aprizal    •    Sabtu, 15 Januari 2022 | 19:46 WIB
Lokal
Man Gendoh, warga Gang Asoka Kelurahan Sungai Daeng Kecamatan Muntok.(rul/wb)
Man Gendoh, warga Gang Asoka Kelurahan Sungai Daeng Kecamatan Muntok.(rul/wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- Kisah kurang beruntung dialami oleh Poniman. Lelaki berusia 63 tahun yang hidup sebatang kara dengan kondisi sangat memprihatinkan di Gang Asoka, Kelurahan Sungai Daeng, Kecamatan Muntok, Kabupaten Bangka Barat.

Poniman yang ingin disapa Man Gendoh. Sapaan Gendoh yang dipakainya adalah nama neneknya. Lantaran rumah yang ditinggali adalah peninggalan sang nenek.

Poniman sudah lama hidup sebatang kara sejak sebelum menikah. Kedua orang tua dan neneknya sudah lama berpulang. Begitu juga dengan anak semata wayangnya juga sudah lama menghadap Illahi.


Terasa pilu saat melihat kondisi rumah yang ditinggalinya sudah rapuh dan lapuk di beberapa bagian. Rumah tersebut sudah tidak layak huni sehingga apabila dinilai akan sangat memenuhi untuk kategori penerima bantuan renovasi rumah oleh pemerintah.

Rumah yang letaknya paling ujung di Gang Asoka ini berbahan kayu dengan kondisi sekitar sudah direndam oleh semak belukar. Bagian belakang rumah adalah hutan kecil tempat tumbuhnya bambu kuning dan tumbuhan liar.

Rumah yang berlantai semen ini memiliki dua kamar tidur, satu ruang tamu, satu ruang dapur, satu ruang belakang serta satu kamar mandi yang dibangun oleh tetangganya.

Sebelum kamar mandi dibangun, Man Gendoh ini mandi dengan air yang diisi ke dalam drum berwarna biru di belakang rumahnya.

Rumah yang sudah lapuk ini beratapkan tumpukan seng yang bocor di setiap langit langitnya sehingga jika mendongak ke atas langsung bisa menatap langit yang cerah.

Tidak jarang Poniman mengakui dirinya kedinginan saat hujan turun karena seisi rumah basah akibat atap yang tidak dapat melindungi rumah tersebut.

Tidak ada harta benda berharga yang bernilai mahal dirumahnya hanya saja apabila digadaikan ke pengepul barang bekas pun belum tentu dapat harga yang pantas.

Kehidupan pilu Poniman ini diawali dengan hidupnya yang ditinggal sendirian sebatang kara setelah kedua orang tua dan neneknya meninggal dunia.

Ditambah dengan kejadian dirinya yang mengalami kecelakaan sehingga membuat dirinya setengah lumpuh karena membekas luka di pinggang kanan atas bokong.

Poniman dinilai memiliki keterbelakangan atau disebut penyandang disabilitas oleh kelurahan setempat karena memiliki kekurangan.

Beruntungnya pria tua ini hidup di lingkungan yang mempunyai jiwa sosial tinggi hingga di kelilingi oleh tetangganya yang perhatian.

Setiap hari kehidupannya dibantu oleh tetangga mulai dari makanan, mengurusnya sakit, hingga ada yang setiap hari memasaknya nasi sehingga tetangga-tetangga itupun menjadi pelindungnya sampai sekarang.

Man Gendoh tinggal dulunya di sebelah rumah neneknya, rumah milik orangtuanya itu lebih dulu ambruk dimakan usia karena lapuk dan kini rumah yang didiaminya sekarang tinggal menunggu waktu untuk mengalami hal yang sama apabila tidak direnovasi.(rul/wb) 





MEDSOS WOWBABEL
OPINI KITE