Didukung BBPBL Lampung, Babel Kembali Kembangkan Potensi Rumput Laut

Dwi H Putra    •    Selasa, 18 Januari 2022 | 09:02 WIB
Lokal
Ilustrasi.(net)
Ilustrasi.(net)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com - Budidaya rumput laut memiliki potensi yang luar biasa di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), namun disayangkan pemanfaatan rumput laut selama ini belum secara maksimal digarap pemerintah, karena faktor tambang inkonvensional di laut.

Seperti diungkapkan Kepala Bidang Pengembangan Usaha Perikanan Budidaya, Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan, Dinas Kelautan dan Perikanan Babel, Arief Febrianto, mengatakan secara geografi dan parameter hidrooceanografi, potensi rumput laut sangat cocok dibudidayakan di Perairan Babel. 

"Terutama dengan potensi di Kabupaten Belitung, Kabupaten Bangka Selatan (Base) dan Kabupaten Bangka Tengah (Bateng)," kata Arief di Pangkalpinang, Senin (17/1/2022). 

"Sejak 2008 lalu, Bank Indonesia sudah memulai dengan membuat area untuk budidaya rumput laut di Kabupaten Basel, sejak itu kegiatan budidaya sudah mulai berkembang hingga ke Kabupaten Belitung Timur (Beltim)," ungkapnya.

Lanjutnya, pada 2008 lalu sudah dilakukan budidaya rumput laut, daerah yang sudah dilakukan budidaya rumput laut di Kabupaten Bangka, Kabupaten Bateng, Kabupaten Belitung di Kecamatan Badau, Selat Nasik, Membalong dan Sijuk dan Beltim. 

"Namun kegiatan pengembangan rumput laut juga selama ini belum menghasilkan pendapatan asli daerah (PAD)," jelas Arief. 

"Perkembangan rumput laut belum bisa memenuhi kecukupan rumput laut, hal ini pada 2013 kegiatan budidaya rumput laut berhenti dikarenakan terkena dampak tambang inkonvensional di laut," paparnya. 

Menururnya DKP Bangka Belitung kembali akan melakukan pemetaan wilayah perairan untuk budidaya rumput laut yang harus steril dari aktivitas yang berdampak pada keberlanjutan kegiatan budidaya rumput laut.

Kemudian mengedukasi masyarakat dalam hal peluang dan potensi usaha budidaya rumput laut, ketersediaan pasar untuk keberlanjutan usaha tersebut. 

"Penyerapan tenaga kerja lokal dari aktivitas budidaya rumput laut juga belum signifikan, hal ini dikarenakan kegiatan budidaya rumput laut mulai dari mengikat bibit hingga panen dilakukan secara mandiri oleh pembudidaya rumput laut," pacarnya lagi. 

Tetapi kendati demikian pemerintah daerah sudah berupaya pengembangan budidaya rumput laut, terbaru pada awal 2021, dengan menyediakan akses pasar yang siap membeli hasil produksi dari Babel. 

Selain itu, sudah dilakukan pengembangan dengan penanaman rumput laut di beberapa daerah di Babel. 

"Telah ada dukungan dari Pemerintah Pusat melalui Balai Besar Perikanan Budidaya Laut (BBPBL) Lampung, Kementerian Kelautan Perikanan, dalam hal ketersediaan bibit rumput laut untuk dikembangkan di Babel," tandasnya.

"Selain itu juga, diagendakan pada  2022, dukungan pemerintah pusat dalam bentuk sosialisasi pengembangan usaha budidaya rumput laut," pungkas Arief. (dwi/wb)




BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL