Gandeng Kejati Bangka Belitung, UBB Dirikan Pusaka di Fakultas Hukum

Tim_Wow    •    Rabu, 26 Januari 2022 | 20:28 WIB
Lokal
Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung dan Universitas Bangka Belitung melakukan penandatangan nota kesepahaman di Ruang Video Conference (Vicon) Fakultas Hukum Kampus Terpadu Universitas Bangka Belitung, Rabu (26/1/2022).(ist)
Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung dan Universitas Bangka Belitung melakukan penandatangan nota kesepahaman di Ruang Video Conference (Vicon) Fakultas Hukum Kampus Terpadu Universitas Bangka Belitung, Rabu (26/1/2022).(ist)

MERAWANG,www.wowbabel.com -- Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung dan Universitas Bangka Belitung melakukan penandatangan nota kesepahaman di Ruang Video Conference (Vicon) Fakultas Hukum Kampus Terpadu Universitas Bangka Belitung, Rabu (26/1/2022).

Nota kesepahaman tersebut tentang penanganan Bidang Hukum serta Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka dan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama antara Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung dengan Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung mengenai Pendirian Pusat Studi dan Kajian Kejaksaan (PUSAKA) Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung.

Adapun maksud dan tujuan kesepahaman ini adalah untuk meningkatkan efektifitas penanganan dan penyelesaian masalah hukum yang dihadapi oleh para pihak sesuai dengan tugas, pokok, dan fungsi masing-masing baik di dalam maupun di luar pengadilan, implementasi program Kemendikbud Ristek Merdeka Belajar Kampus Merdeka serta berdirinya Pusat Studi dan Kajian Kejaksaan yang memiliki peran penting dan strategis dalam rangka penguatan kelembagaan Kejaksaan.

Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung, Daru Tri Sadono SH MHum menyambut baik pendirian Pusat Studi dan Kajian Kejaksaan (PUSAKA) yang berelaborasi dan kolaborasi bersama Universitas Bangka Belitung dengan Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung. 

“Saat ini keberadaan Pusat Studi dan Kajian Kejaksaan (PUSAKA) di Indonesia hanya ada di Fakultas Hukum Universitas Hasanudin dan Fakultas Hukum Universitas Diponegoro dan Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung merupakan kampus yang ketiga yang menginisiasi terbentuknya Pusaka di daerah Sumatera,” ungkap Kajati.

Ditambahkan Kajati, dengan pendirian Pusaka diharapkan para mahasiswa paham dan lebih mengenal tugas dan fungsi pokok Kejaksaan. Jadikan Pusaka sebagai tempat untuk mengadakan diskusi-diskusi kajian tematik guna perbaikan sistim penegakan hukum di Indonesia dengan tetap memperhatikan aspek-aspek  atau nilai-nilai kemanusiaan, hukum dan keadilan yang hidup dalam masyarakat.

Usai penandatanganan Nota Kesepahaman kegiatan dilanjutkan dengan Kuliah Umum  yang disampaikan Kepala Kejaksaan Tinggi Kepulauan Bangka Belitung di hadapan para Civitas Akademia Fakultas Hukum yang disaksikan secara tatap muka dan daring. 

Dalam Kuliah Umum tersebut, Kajati memberikan materi Peranan Kejaksaan Dalam Pemberian Restorative Justice pada Sistem Peradilan Pidana Indonesia. Pada akhirnya dengan semakin meningkatnya penyelesaian penanganan perkara dengan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif (Restorative Justice) diharapkan dapat mengubah stigma negatif atau pola pikir masyarakat, dimana penegakan hukum tidak harus diselesaikan melalui peradilan tetapi juga untuk penanganan perkara kejahatan ringan dapat lebih mengedepankan perdamaian dengan landasan pemulihan keadaan pada kondisi semula, keadilan dan kemanusiaan, sehingga kepercayaan masyarakat dapat lebih meningkat kepada institusi Kejaksaan dan adanya asumsi bahwa  penegakan hukum yang tajam kebawah namun tumpul ke atas tidak akan ada lagi.

Kegiatan diakhiri dengan pengguntingan pita peresmian Ruang Sekertariat Pusat Studi dan Kajian Kejaksaan (PUSAKA) Fakultas Hukum Universitas Bangka Belitung. (rill/*)




BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL