Harga Beras dan Lauk Pauk Buat Inflasi di Babel Tinggi

Firman    •    Sabtu, 05 Februari 2022 | 10:40 WIB
Ekonomi
Caption: Kepala Perwakilan BI Babel, Budi Widihartanto. (IST)
Caption: Kepala Perwakilan BI Babel, Budi Widihartanto. (IST)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Indonesia mengalami inflasi sebesar 0,56% (mtm) turun dibandingkan bulan Desember 2021 sebesar 0,57% (mtm). Secara tahunan, inflasi Januari 2022 tercatat 2,18% (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan inflasi bulan sebelumnya Desember 2021 sebesar 1,87% (yoy). 

Sedangkan Kepulauan Bangka Belitung pada Januari 2022 mengalami inflasi 0,97% (mtm) atau 3,60% (yoy).

Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Bangka Belitung mencatat, inflasi Babel pada Januari 2022 didorong oleh meningkatnya beberapa komoditas bahan makanan seperti beras, bahan bakar rumah tangga, telur ayam ras, cabai rawit, bawang merah, nasi dengan lauk, dan beberapa jenis ikan (cumi-cumi, ikan selar, dan ikan dencis). 

Hal ini tercermin dari peningkatan indeks harga kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,93% (mtm) dengan andil sebesar 0,673%. 

"Namun demikian inflasi kelompok ini tertahan oleh beberapa komoditas yang mengalami penurunan harga seperti komoditas angkutan udara, ikan kerisi, cabai merah, minyak goreng, biaya administrasi transfer uang, dan beberapa sayuran seperti kangkung, bayam, sawi hijau, ketimun," kata Kepala Perwakilan BI Babel, Budi Widihartanto dalam keterangan tertulisnya, Jumat (5/2/2022).

"Inflasi pada Januari 2022 juga masih dipengaruhi oleh peningkatan daya beli masyarakat seiring dengan peningkatan harga komoditas unggulan di Bangka Belitung terutama timah dan Crude Palm Oil (CPO),"  sambungnya. 

Budi menambahkan, secara spasial, Kota Pangkalpinang mengalami inflasi sebesar 1,22% (mtm) terutama pada kelompok makanan, minuman dan tembakau berupa daging ayam ras, ikan selar, beras, dan cumi-cumi. Demikian pula kota Tanjungpandan yang mengalami inflasi sebesar 0,54% (mtm) yang disumbang oleh komoditas cumi-cumi, beras dan ikan tongkol. 

Pada Januari 2022 kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga juga  turut memberikan tekanan inflasi di kedua kota tersebut.

"Komoditas bahan bakar rumah tangga tercatat memberikan tekanan inflasi dengan andil sebesar 0,143% di Kota Pangkalpinang dan 0,087% di Kota Tanjungpandan," ujar Budi. (fn/wb)



BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL