Izin Ekspor Timah Terhambat, Ekonomi Babel Bakal Melambat

Firman    •    Rabu, 09 Februari 2022 | 19:32 WIB
Ekonomi
Kepala Perwakilan BI Provinsi Bangka Belitung, Budi Widihartanto.(fn/wb)
Kepala Perwakilan BI Provinsi Bangka Belitung, Budi Widihartanto.(fn/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com-- Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memprediksi pertumbuhan perekonomian di Bangka Belitung pada triwulan I (Januari-Maret) 2022 sedikit melambat, terhambatnya ekspor timah sebagai komoditas andalan Bangka Belitung salah satu faktor penyebabnya.

Baca Juga: Harga Timah Tinggi, Permintaan Sepi

Pertumbuhan ekonomi Provinsi Bangka Belitung di triwulan 1 diperkirakan mencapai 5,05 persen. Sedangkan pada triwulan IV 2021 pertumbuhan mencapai 5,05 persen, bahkan pertumbuhan ekonomi triwulan IV 2021 dibandingkan triwulan yang sama tahun 2020 naik menjadi 6,32 persen.

"Terhambatnya pertumbuhan ekonomi ini dengan adanya surat izin usah pertambangan yang masih dalam proses,  dan ini tentunya mengurangi atau mendorong pertumbuhan perekonomian bisa sama dengan tahun 2021. Tentunya bukan itu saja yang menjadi faktor terhambat dan tidak sesuai dengan perkiraan di tahun 2021," ungkap Kepala Perwakilan BI Provinsi Bangka Belitung, Budi Widihartanto, Rabu (9/2/2022).

Budi menambahkan, selain masalah surat izin ekspor timah, faktor penyebaran Covid-19 Varian Omicron mulai meningkat sangat mempengaruhi perekonomian.

"Kita ketahui bersama, kemarin peningkatan kasus (Covid-19--red) mencapai 70 persen cukup signifikan, mudah-mudahan tidak berjalan begitu lama. Pandemi ini akan mengurangi intensitas pergerakan masyarakat dan juga akan berimbas pada pertumbuhan ekonomi. Kita berharap semoga ini tidak terus berlarut,” harap Budi.

Sementara itu, khusus harga timah, Budi memperkirakan akan terjadi normalisasi harga karena sudah mencapai rekor harga  tinggi yang akan menarik produsen di wilayah lainnya di dunia meningkatkan produksinya.

"Dengan meningkatnya produksi dari negara lain, tentunya supply akan mulai meningkat dari luar Babel. Harganya akan kembali sedikit turun di bandingkan tahun 2021. Pastinya secara nilai juga memperlambat pertumbuhan perekonomian seperti tahun 2021," ungkap Budi.(fn/wb)




BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL