Pengeroyok Surip Masih di Bawah Umur, Divonis Enam Bulan Kurungan

Dwi H Putra    •    Rabu, 23 Februari 2022 | 16:14 WIB
Lokal
Caption: Polres Bangka saat mengungkap pelaku pengroyokan Surip pada saat malam tahun baru lalu . (IST)
Caption: Polres Bangka saat mengungkap pelaku pengroyokan Surip pada saat malam tahun baru lalu . (IST)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com -- Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) merilis ungkap kasus kekerasan yang dilakukan bersama-sama mengakibatkan korban meninggal dunia. 

Kapolres Bangka, AKBP Indra Kurniawan melalui Kasat Reskrim Polres Bangka, AKP Ayu Kusuma Ningrum, mengatakan akibat perbuatannya para pelaku dikenakan Pasal 170 ayat (2) ke-3 KUHPidana dan atau Pasal 351 ayat (3) KUHPidana. 

"Ada pun tersangka dalam kasus tersebut sebanyak lima orang terdiri dari empat dewasa dan satu anak-anak yakni Hadi, Endi, Sasmadi, Heri serta Ri (anak-anak, red)," kata AKP Ayu di Sungailiat, Rabu (23/2/2022). 

"Dari kasus tersebut satu orang pelaku yaitu Ri telah ponis enam bulan kurungan, sedangkan empat orang dewasa kasusnya masih berjalan dan sudah tahap satu," ujarnya. 

Lanjutnya, ungkap kasus ini merupakan kasus atensi yang terjadi pada perayaan tahun baru 2022 lalu yang mana menewaskan Surip alias Arif (30) warga Lampung. 

Korban menghembuskan nafas terakhir di Rumah Sakit Umum Provinsi (RSUP) Dr Ir Soekarno Air Anyir, setelah mendapat pukulan dari sejumlah rekannya ketika ikut merayakan malam pergantian tahun di Pantai Pukan, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka. 

Diketahui peristiwa yang terjadi pada Sabtu (1/1/2021) sekira pukul 21.00 WIB berawal di Pantai Pukan Dusun Mudel, Desa Air Anyir, pelaku Son bersama-sama dengan teman lainya kurang lebih 10 orang berangkat ke pantai untuk merayakan tahun baru. 

Sesampainya di pantai korban dan teman-teman lainnya minum-minuman beralkohol jenis arak, hingga larut malam dan sekira pukul 21.00 WIB salah satu dari rombongan tersebut ada yang merasa hilang handphone.

Kemudian, Son melihat ada handphone disebelah korban, pelaku pun langsung menuduh korban dengan mengatakan 'Kau yang mengambil handpone kawan ku', mendengar hal itu sontak rekan pelaku lainnya berujar 'kamu ini yang malingnya'. 

Lalu, Son bersama rekan lainnya Dodo, Hadi dan dua lainnya langsung memukul korban dengan menggunakan ikat pinggang serta pukulan dan tendangan, melihat kondisi korban luka parah, rekan lainnya sekitar pukul 22.50 WIB langsung membawanya ke RSUP Air Anyir untuk mendapat perawatan. 

Namun, Minggu (2/1/2022) sekitar pukul 12.00 WIB dinyatakan meninggal dunia oleh pihak RSUP Air Anyir. (dwi/wb)



BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL