Persediaan Nikel Dunia Menipis, Jokowi Siap Hadapi Gugatan Uni Eropa

Abeng    •    Rabu, 02 Maret 2022 | 15:09 WIB
Ekonomi
Ilustrasi (net)
Ilustrasi (net)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Harga nikel di pasar global terus melangit. Pasar khawatir gangguan pasokan nikel dari Rusia di tengah persediaan global yang rendah membuat harga terus naik. Rusia memasok sekitar 10% nikel global, yang digunakan untuk membuat baja tahan karat dan baterai untuk kendaraan listrik.

Nikel kontrak tiga bulan di London Metal Exchange (LME) naik 0,2% pada US$25.150 per ton mendekati level tertinggi lebih dari 10 tahun yang disentuh minggu lalu. Kontrak nikel April yang paling banyak diperdagangkan di Shanghai Futures Exchange SNIcv1 naik 1,9% menjadi 179.110 yuan ($28.376,56) per ton.

Tiga jalur peti kemas terbesar di dunia pada hari Selasa (1/3/2022) untuk sementara menangguhkan pengiriman kargo ke dan dari Rusia sebagai tanggapan atas sanksi Barat terhadap Moskow. 

Menurut data yang dirilis oleh LME, persediaan nikel di seluruh gudang yang terdaftar di LME telah turun sekitar 69,9% dari level tertinggi 264.600 mt sejak April 2021. Ini terus turun minggu lalu dan mencapai level terendah baru selama lebih dari dua tahun di 79.500 mt.

Data SHFE menunjukkan bahwa persediaan nikel di seluruh gudang yang terdaftar di SHFE telah berfluktuasi dalam kisaran yang sempit baru-baru ini. Pada minggu yang berakhir tanggal 25 Februari, persediaan nikel SHFE turun menjadi 5.189 mt, turun 112 mt pada minggu tersebut tetapi masih pada level yang relatif tinggi.

“Penurunan persediaan akan mendukung harga nikel berjangka,” tulis anlis Shanghai Metals Market (SMM), Rabu (2/3/2022). 

Dari Indonesia Presiden Joko Widodo mengakui bahwa larangan ekspor bijih mentah bukan tanpa tantangan, karena Uni Eropa (UE) telah mengajukan gugatan terhadap larangan ekspor bijih nikel Indonesia di Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).

 “Sejak 2020, saya telah mengatakan kita harus berhenti mengekspor bijih nikel, dan ekspor harus setidaknya produk setengah jadi atau produk jadi. Inilah yang kami sebut nilai tambah,” kata Jokowi dalam arahannya di dpean pimpinan TNI dan Polri kemarin.

Jokowi mengatakan, keputusan pemerintah untuk menghentikan ekspor nikel baru langkah awal. Selain itu, pemerintah secara bertahap akan menghentikan ekspor bahan baku lainnya untuk kepentingan rakyat dan perekonomian negaranya. (*)



BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL