DJPb Akui Ada Kenaikan Pembiayaan UMKM di Tahun 2021

Dwi H Putra    •    Kamis, 10 Maret 2022 | 15:47 WIB
Lokal
Caption: Kepala DJPb Babel, Edih Mulyadi. (dwi/wb)
Caption: Kepala DJPb Babel, Edih Mulyadi. (dwi/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Penyerapan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) di wilayah region Sumatera, belum maksimal atau memuaskan secara optimal dengan potensi ruang yang masih banyak. 

Demikian diakui Direktorat Jenderal Pemberdaharaan (DJPb) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel), namun di tahun 2021 lalu ada peningkatan signifikan, baik dari sisi debitur maupun uang yang dipinjam oleh debitur, namun masih ada peluang untuk mengakselerasi pertumubuhan pembiayaan di Babel. 

"Sekarang memang banyak yang beralih ke timah, lalu harga sawit tinggi, sedangkan usaha mikro kecil menengah (UMKM) nya sedikit menurun, tapi sebaliknya jika kondisi berbalik harus siap," kata Kepala DJPb Babel, Edih Mulyadi di Kantor Gubernur Babel, Kamis (10/3/2022). 

"Kesiapannya harus betul-betul siap dari segi pembiayaan, supaya UMKM berjalan, ekonomi bergerak, sehingga pertumbuhan kembali naik," ujarnya. 

Menurutnya dibandingkan tahun 2021 dan 2022 di tahun 2021 ada kebaikan sebesar 60 persen, kendati dimasa pandemi pada tahun 2021 secara global di Babel sangat sensasional. 

"Terkait sosialisasi apakah masih kurang, memang sosialisasi masih belum maksimal, sehingga kedepan akan dibentuk grup tingkat kecamatan supaya bisa cepat dan jelas lagi," jelas Edih. 

"Kedepannya akan disosialisasikan juga melalui penyuluh pertanian," paparnya. 

Edih Mulyadi menambahkan berapa pun pinjaman yang dilakukan pelaku UMKM, tapi untuk pengembalian bunga bank tetap diangka enam persen. (dwi/wb)



BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL