Minyak Goreng Susah, Ini Penjelasan Disperindag Babel Sidak ke Distributor dan Retail

Dwi H Putra    •    Selasa, 15 Maret 2022 | 14:30 WIB
Lokal
Ilustrasi. (net)
Ilustrasi. (net)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) menindaklanjuti kelangkaan minyak goreng (Migor) yang membuat masyarakat resah, melakukan inspeksi mendadak (Sidak) ke sejumlah distributor dan retail modern. 

Distributor migor yang menjadi tujuan diantaranya CV Menara Grup Bangka, PT Pelangi dan PT Indomarco, yang selama ini menyuplai migor ke sejumlah pasar yang ada di kabupaten/ kota di Babel.

"Tidak hanya ke distributor, kami juga melakukan sidak ke sejumlah retail modern seperti Transmart, Hypermart, Ramayana, Indomaret, Alfamart serta retail lokal seperti Puncak, CV Acing, TJ Mart, Seperadik Mart, Anugrah Mart dan Babel Mart," kata Kepala Bidang Pengendalian, Perdagangan dan Perlidungan Konsumen Disperindag Babel, Fadjri Djagahitam diruang kerjanya, Selasa (15/3/2022). 

"Hasilnya kami tidak menemukan penimbunan dan tidak ada yang menjual minyak goreng di luar harga eceran tertinggi (HET)," ujarnya. 

Fadjri melanjutkan sidak dilakukan dalam rangka pengawasan dan pemantauan harga serta stok migor di distributor dan  retail lokal dan modern. 

Selain itu, sidak dilakukan oleh Tim Disperindag Babel juga dalam upaya memastikan stok yang ada di gudang masing-masing distributor dan retail, serta minta data-data  migor akan masuk ke gudang dan pendistribusiannya kemana saja.

"Kami juga harus memastikan harga migor jual harus sesuai HET yang ada di Permendag Nomor 6 Tahun 2022 dan surat edaran Gubernur Babel yang telah diedarkan ke kabupaten/ kota," jelas Fadjri. 

Terkait kelangkaan migor ini, jika ada penimbunan yang dilakukan oleh distributor dan retail maka pihaknya bersama aparat penegak hukum akan melakukan tindakan tegas.

"Sebab melakukan penimbunan melanggar ketentuan yaitu bisa dikenakan sanksi sesuai dengan Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2014 tentang Perdagangan," paparnya. 

"Sementara itu, jika retail melakukan penjualan produk migor secara  bundling akan dikenakan sanksi sesuai dengan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan konsumen," tukas Fadjri. 

Oleh sebab itu, pihaknya menegaskan kepada distributor dan retail untuk tidak melakukan penimbunan dan dapat bekerjasama dengan pemerintah daerah, khususnya Disperindag Babel serta aparatur negara terkait untuk memastikan stok dan  pasokan migor di Babel cukup.

"Kami juga mengimbau masyarakat yang ada di Babel untuk tidak panik dan bijak dalam membeli migor sesuai dengan kebutuhannya dan tidak punic buying, karena pemerintah memastikan bahwa stok dan pasokan migor untuk Babel cukup dan  aman," pungkasnya. (dwi/wb)



BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL