Situasi Covid di China Dongkrak Harga Timah Dunia

Abeng    •    Jumat, 18 Maret 2022 | 16:49 WIB
Ekonomi
Ilustrasi. (net)
Ilustrasi. (net)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Harga timah melonjak pada Jumat (18/3/2022) setelah hampir sepekan dalam tekanan. Timah berjangka kontrak tiga bulan di London Metal Exchange naik 2,9% di US$42.670  setelah sehari sebelumnya ditutup pada US$41.705 per metrik ton.

Harga timah di Shanghai Futures Exchange (SHFE) yang mengalami penurun pada pekan ini sempat rebound sebesar 4% sebelum ditutup 339.900 yuan per metrik ton atau 2,69% pada Jumat petang. 

Harga timah dan logam dasar melonjak karena pembatasan yang disebabkan oleh penyebaran virus Corona di daerah produsen utama logam di China yang memicu kekhawatiran pasokan, sementara sentimen pasar juga didukung oleh ekspektasi lebih banyak dukungan ekonomi.

“Harga timah SHFE mengalami penurunan minggu ini dan sempat rebound kuat sebesar 4% hari ini. SHFE timah ditutup naik 2,69% dan di LME, timah meningkat sebesar 3 persen,” kata analis pasar SMM.

Sedangkan harga timah spot rata-rata berada pada 340.500 yuan, meningkat 0,89% dari hari sebelumnya.

“Pasar melihat barang yang dapat dikirim mulai meningkatkan quota. Pengiriman tetap rendah dan premi turun di tengah kenaikan harga timah. Beberapa perusahaan hilir membeli berdasarkan permintaan tetap dan kenaikan harga menekan sebagian dari permintaan,” ujarnya.

Menurut perkiraan SMM, tren harga timah akan bergantung pada penerimaan di industri hilir dari kenaikan harga, terutama beberapa perusahaan menghentikan produksi karena pembatasan akibat pandemi.

Sedangkan di LME harga timah melonjak timah berjangka pada jeda perdagangan siang sempat naik 2,9% menjadi US$42.895 per metrik ton sebelum sore hari turun menjadi US$42.670 per metrik ton. Dalam sepekan harga timah di LME turun 7%.

Untuk harga logam dasar lainnya kontrak aluminium juga naik 1,7% menjadi US$3.442 per ton,  sejauh ini harga alumunium turun 1,2% dalam seminggu. Tembaga LME naik menjadi  US$10.259 per ton, timbal naik 1,47%, seng naik menjadi  US$3.846 per metrik ton.

Kontrak nikel patokan LME merosot ke batas hariannya untuk hari kedua berturut-turut sejak dimulai lagi perdagangannya di LME. 

Para pedagang mengatakan kemungkinan nikel  akan terus merosot hingga mencapai paritas dengan harga logam di China. Nikel anjlok 11,99% sejak perdagangan dimulai pagi karena penjualan besar-besaran berlanjut di pasar logam global. (wb)



BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL