Harga Timah Melanjutkan Tren Kenaikan di Awal Pekan

Tim_Wow    •    Senin, 21 Maret 2022 | 10:53 WIB
Ekonomi
Ilustrasi.(net)
Ilustrasi.(net)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Harga timah berjangka melanjutkan kenaikannya Senin (21/3/2022) pagi. Timah di London Metal Exchange (LME) naik 0,8% pada US$42.630 per metrik ton setelah pekan lalu ditutup US$42.305 per metrik ton.

Harga timah di LME naik bersamaan dengan logam dasar lainnya, kecuali Tembaga turun 0,7% menjadi US$10.260 per ton, Timbal naik 0,4% menjadi US$2,261,5, dan Seng naik 0,6% menjadi US$3.848 per metrik ton.

Timah juga naik 3%  di Pasar Shanghai Futures Exchange (SHFE) menjadi 343.450 Yuan. Tembaga SHFE naik 0,5% di 73.130 Yuan per ton, timbal turun 0,3% menjadi 15.185 Yuan, seng turun 0,4% menjadi 25.300 Yuan dan kontrak Nikel Agustus yang paling banyak diperdagangkan turun 1,1% menjadi 205.580 Yuan per ton.

Logam dasar di  Shanghai sebagian besar ditutup dengan kenaikan dalam perdagangan Jumat pekan  lalu karena The Fed mengindikasikan langkah-langkah yang lebih agresif untuk melawan inflasi. 

Selama sesi malam Jumat lalu, kontrak Timah SHFE yang paling banyak diperdagangkan naik di atas 340.000 Yuan setelah persediaan timah domestik Cina turun tajam, dan pasokan barang di pasar spot masih ketat. 

"Pekan ini, dimulainya kembali produksi beberapa perusahaan hilir akan mendongkrak permintaan. Ekspektasi pemulihan permintaan dan penurunan persediaan sosial domestik akan mendukung harga timah. Namun, harga timah yang tinggi dapat membatasi  permintaan, sehingga mempengaruhi tren harga dalam jangka pendek," kata analis pasar logam dasar Shanghai, Senin (21/3/2022).

Untuk pembukaan Pasar LME pada Senin pagi, Harga Aluminium  melonjak s 4,8% karena kekhawatiran gangguan pasokan muncul kembali setelah Australia melarang ekspor Alumina dan bijih Aluminium ke Rusia di tengah meningkatnya sanksi terhadap Moskow atas invasinya ke Ukraina.

Langkah itu akan membatasi kapasitas Rusia untuk memproduksi aluminium, yang merupakan ekspor penting bagi Rusia.

Rusia menyumbang sekitar 6% dari pasokan global Aluminium, 10% Nikel dan juga merupakan produsen utama gas alam yang digunakan untuk menghasilkan listrik yang menggerakkan produksi logam. (*)



BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL