Harga Timah Terpangkas ke Level 41.000 Dolar AS

Tim_Wow    •    Senin, 21 Maret 2022 | 20:08 WIB
Ekonomi
Ilustrasi.(net)
Ilustrasi.(net)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com --  Harga timah berjangka kembali tertekan di London Metal Exchange (LME) pada Senin (21/3/2022) petang.  Timah sempat  terpangkas 1,75% pada  US$41.530 per metrik ton dari harga pembukaan paginya pada US$42.630 per metrik ton. Jelang penutupan pasar sore hari, timah akhirnya bisa kembali menembus US$42.055 per metrik ton.

Logam dasar lainya di LME yang terkoreksi Tembaga turun 0,9% menjadi US$10.243 per ton, Timbal turun tipis 0,1% menjadi US$2,254, Seng naik 1,8% menjadi US$3.895 dan Alumunium melonjak  turun 3,7% menjadi US$35.065 per metrik ton.

Harga timah di Shanghai Futures Exchange  (SHFE) terus melanjutkan tren naik ditutup menguat 1,04% pada 337.000 Yuan per mettik ton.

Tembaga SHFE naik 0,1% menjadi 72.880 Yuan per ton, Timbal turun 0,2% menjadi 15.200 Yuan, Seng naik 0,6% menjadi 25.560 Yuan dan kontrak Nikel Agustus yang paling banyak diperdagangkan turun 5,6% menjadi 196.100 Yuan per ton, setelah sebelumnya mencapai level terendah satu minggu di 195.000 Yuan.

Timah SHFE naik setelah perusahaan hulu menaikkan penawaran mereka di perdagangan pagi seiring dengan kenaikan harga berjangka sekitar 6.250 Yuan per metrik ton dari Jumat lalu.  Pada sore hari, transaksi pasar spot membaik setelah harga berjangka terkoreksi, namun secara keseluruhan masih lesu.

Dari laporan Shanghai Metals Market (SMM) berdasarkan data Bea Cukai Chuns menunjukkan bahwa impor bijih timah dan konsentrat yang masuk mencapai 39.989 metrik ton pada Januari 2022, meningkat 284,22% year-on-year; impor bijih timah dan konsentratnya mencapai 19.755 metrik ton di bulan Februari, meningkat 95,07% year-on-year. Dari Januari hingga Februari, impor mencapai 59.744 metrik ton melonjak 190,94% YoY.

Dari sisi impor menurut negara, bijih timah terutama diimpor dari Myanmar, Republik Demokratik Kongo, Australia, Bolivia, dan negara lain pada Januari hingga Februari. Di antaranya, impor dari Myanmar sebanyak 51.643 metrik ton. Dikonversi pada tingkat rata-rata 25%, jumlah logam yang diimpor dari Myanmar adalah sekitar 12.910 metrik ton. Impor dari negara lain sekitar 8.101 metrik ton bila dikonversi pada tingkat rata-rata 50%, jumlah impor logam sekitar 4.050 metrik ton. Ditambah dengan impor dari Myanmar dan negara-negara lain, total impor bijih timah dari Januari hingga Februari sebesar 16.960 metrik ton jika dikonversi menjadi logam.

Sedangkan harga Nikel di London Metal Exchange (LME) mencapai batas perdagangan yang lebih rendah 15% pada hari Senin karena para pedagang menjual di tengah ekspektasi penurunan harga untuk logam yang digunakan untuk membuat baja tahan karat dan baterai kendaraan listrik. 

Batas 15% di mana Nikel dapat diperdagangkan dari harga penutupan hari Jumat di UU$36.915 per ton lebih lebar dari 12% hari sebelumnya. Sekarang level harga nikel LME sama dengan logam lain seperti tembaga, aluminium, seng, dan timah. (*)





BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL