Hanya 28 Perusahaan Tambak Udang di Babel yang Kantongi Izin Lengkap

Dwi H Putra    •    Selasa, 22 Maret 2022 | 19:40 WIB
Lokal
Kepala PMPTSP Bangka Belitung, Darlan.(dwi/wb)
Kepala PMPTSP Bangka Belitung, Darlan.(dwi/wb)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com - Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (PMPTSP) Provinsi Bangka Belitung mencatat sebanyak sebanyak 138 perusahaan tambak udang vaname yang beroperasi di Babel, hanya 28 perusahaan yang sudah melengkapi izin.

"Disinyalir, banyak pelaku usaha tambak udang ini tidak paham dengan sistem perizinan yang ditetapkan oleh pemerintah, dalam hal ini Online Single Submission (OSS) atau Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik yang diluncurkan Kementerian Investasi/BKPM," ungkap Kepala PMPTSP Bangka Belitung, Darlan kepada media disela kegiatan Sosialisasi Perizinan Berusaha dan Pengawasan Berusaha Berbasis Risiko, Selasa (22/3/2022). 

Lanjutnya meskipun banyak yang belum memiliki perizinan yang lengkap, diakuinya bahwa perizinan ini terus dikebut para pelaku tambak udang agar memiliki kepastian hukum saat melakukan aktivitasnya.

"Ada juga yang sebagian sedang dalam proses, jadi mereka terus berusaha melengkapi izinya," jelas Darlan. 

"Kebanyakan perusahaan terkendalanya ada di sistem Online Single Submission (OSS) atau Perizinan Berusaha Terintegrasi Secara Elektronik yang diluncurkan Kementerian Investasi/BKPM, karena step by step," ujarnya. 

Menurut Darlan, terkait perizinan ini terkendala ketidakpahaman sumber daya manusia (SDM) perusahaan tambak udang dengan sistem online ini, oleh sebab itu pihaknya berusahaa hadir untuk membantu dengan menyiapkan desk layanan di Kantor Dinas PMPTSP Bangka Belitung.

"Jadi semua izin harus lewat OSS, semua terintegrasi, walaupun sistem ini belum optimal," papar Darlan. 

"Namun itu bisa diselesaikan dengan mereka datangi kantor, bisa kami bantu, ada desk pelayanan di kantor," terangnya. 

Ia juga tak menampik jika pemasukan pelaku usaha ke pemerintah sangat lah sedikit. Namun kehadiran pelaku usaha ini memberikan dampak besar ke masyarakat di sektor lapangan kerja.

"Dengan mereka membuka investasi, ini akan menyerap tenaga kerja, multiefeknya yang dilihat, maka pertumbuhan ekonomi akan berkembang seperti di tahun 2021 sekitar 5,5 persen tertinggi se-Sumatera," pungkas Darlan. (dwi/wb)





BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL