Magang di Pati, Seorang Siswa SMKN 4 Pangkalpinang Alami Depresi dan Masuk RSJ

Dwi H Putra    •    Senin, 11 April 2022 | 16:16 WIB
Nasional
Ilustrasi.(net)
Ilustrasi.(net)

PANGKALPINANG, www.wowababel.com - Kabar tidak mengenakan kembali terjadi di dunia pendidikan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). 

Kali ini, seorang siswa MZ (17) duduk di bangku Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 4 Pangkalpinang yang sedang menjalani praktik di Pulau Jawa, pulang dalam kondisi mengalami gangguan kejiwaan diduga akibat tindak kekerasan. 

Menanggapi hal itu, Kepala SMKN 4 Pangkalpinang, Zulkifli, menampik adanya dugaan kekerasaan yang dialami salah satu siswanya selama mengikuti praktik kerja industri (Praktin) di Pulau Jawa tersebut. 

"Kami tidak melepas semena-mena siswa, kami juga ada kerjasama dengan salah satu lembaga pelatihan kerja (LPK), nah di perusahaan ini ada yang bertanggung jawab," kata Zulkifli dikofirmasi awak media, Senin (1//4/2022). 

"Kami juga mendapat informasi dari wakil nahkoda yang menyampaikan bahwa anak ini ada masalah sedikit," ujarnya. 

Saat diminta bukti hasil diagnasa dari Rumah Sakit (RS) terkait MZ (17) ini, Zulkifli enggan menunjukannya lantaran bersifat rahasia. 

Akan tetapi, ia menegaskan dalam hasil diagnosa tersebut, tak ada indikasi adanya pemukulan ataupun tindak kekerasan.

"Bukan kekerasan, itu kan ungkapan MZ (17) saja, karena hasil analisis dokter tidak ada indikasi akibat pemukulan," tegasnya. 

"Kami dari pihak sekolah juga akan bertanggung jawab, nanti kami bantu di asusransi dan pembiayaan pengobatan," tukas Zulkifli. 

Sementara itu, Tesna Putri orang tua MZ kepada awak media, mengatakan anaknya harus dilarikan ke Rumah Sakit Jiwa (RSJ), usai mengalami depresi atau gangguan kejiwaan sesudah mengikuti praktin di wilayah Pati, Jawa Tengah. 

Dijelaskan Tesna, info tersebut didapatkan setelah adanya pengaduan dari salah satu teman dekat anaknya, yang juga sedang melaksanakan praktin di tempat yang sama. 

"Kemarin, Minggu (10/4/2022) masuk rumah sakit jiwa, anak saya ini marah-marah tidak jelas dan waktu saya jemput di Pati itu, kondisinya sudah tidak kenal lagi sama saya," jelas Tesna. 

"Anak kami ini kami jemputnya itu tanggal 22 maret 2022 di mes magang, kondisi sudah tidak sadar, kondisi nangis dan sedih di salah satu Pondok Pesantren Rembang," paparnya. 

Tesna juga melanjutkan, saat MZ (17) masih dalam keadaan sadar, anaknya ini mengaku sering mendapat perlakuan tidak wajar dan tidak sesuai dengan standar operasional prosedur (SOP) dalam mengikuti praktin. 

"Kalo pengakuan anak saya waktu sadar, ia sering dibenturkan ke dak, dipukul, dikeroyok juga," tandas Tesna. 

Pihaknya berharap pihak sekolah maupun agen terkait dapat bertanggung jawab atas kejadian yang lagi-lagi mencoreng dunia pendidikan yang ada di Babel ini. 

"Harapannya kembali sehat, Kami ngantar sehat, pulang harus sehat juga, Ini juga kami bawa masuk rumah sakit tidak ada biaya, kami minta pihak sekolah bertanggung jawab sepenuhnya," pungkas Tesna. (dwi/wb)




BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL