TINS Ditutup Menguat 30 Poin

Tim_Wow    •    Selasa, 12 April 2022 | 20:39 WIB
Ekonomi
Ilustrasi.(net)
Ilustrasi.(net)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com – Harga saham PT Timah Tbk (TINS) ditutup menguat 30 poin atau 1,61%  menjadi Rp 1.890 per saham pada penutupan pasar, Selasa (12/4/2022).

Saham TINS ditutup naik bersamaan dengan Indek Harga Saham Gabungan  (IHSG) yang ditutup menguat setelah sempat terpelanting ke zona merah pada penutupan perdagangan sesi I dan pada perdagangan sesi II.

Harga saham BUMN kelompok pertambangan selain TINS, yakni PT  Aneka Tambang (ANTM) juga menguat 1,52%. Sedangkan saham PT Bukit Asam   (PTBA)  turun 1,13%.

Hari ini IHSG ditutup menguat 0,15% ke level 7.214,78. Pada awal perdagangan sesi I hari ini, IHSG sempat menghijau. Namun 30 menit jelang penutupan sesi I, IHSG terpelanting ke zona merah. Sedangkan pada pembukaan sesi II, IHSG melanjutkan koreksinya tetapi mulai terpangkas dan pada akhirnya berhasil ditutup di zona hijau masih cenderung tipis.

Nilai transaksi indeks pada hari ini mencapai sekitaran Rp 16 triliun dengan melibatkan 28 miliaran saham yang berpindah tangan sebanyak 1,6 juta kali. Sebanyak 216 saham menguat, 344 saham melemah, dan 128 saham stagnan. 

Investor asing pun kembali melakukan aksi beli bersih (net buy) hingga mencapai Rp 1,5 triliun di seluruh pasar, dengan rincian sebesar Rp 1,11 triliun di pasar reguler dan sebesar Rp 392,65 miliar di pasar tunai dan negosiasi.

Asing melakukan pembelian bersih di saham PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM) sebesar Rp 337,9 miliar dan di saham PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) sebesar Rp 146,6 miliar. Dari pergerakan sahamnya, saham TLKM ditutup menguat 0,87% ke level harga Rp 4.630/unit. Sedangkan saham BBCA berakhir terapresiasi 0,97% ke level Rp 7.800/unit.

Sebaliknya, penjualan bersih dilakukan asing di saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) sebesar Rp 35,2 miliar dan di saham PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) sebesar Rp 27,7 miliar. Saham BMRI ditutup bertambah 0,33% ke level Rp 7.700/unit, sedangkan saham SMGR berakhir melemah 0,79% ke posisi harga Rp 6.300/unit.

Kenaikan harga saham BUMN tambang sejak awal April 2022 tak lepas dari lonjakan harga komoditas  dunia di tengah peningkatan permintaan dan kecamuk perang. Booming komoditas sendiri membuat mencetak TINS meraih laba Rp 1,3 triliun pada 2021 dibandingkan dengan rugi Rp 341 miliar pada 2020. Padahal, pendapatan perseroan tercatat mengalami penurunan sepanjang 2021.

Setali tiga uang, ANTM juga sukses membukukan kenaikan laba bersih 61,98% secara tahunan (yoy) menjadi Rp 1,86 triliun sepanjang 2021. Perolehan tersebut naik signifikan dibandingkan dengan laba bersih tahun sebelumnya yang sebesar Rp 1,15 triliun.

Tidak ketinggalan, saham emiten batu bara PTBA juga melonjak 27,68% sejak awal tahun. Harga batu bara yang melambung tinggi juga membuat PTBA membukukan laba bersih sebesar Rp 7,9 triliun pada 2021. Angka tersebut tumbuh 231,4% dibandingkan dengan Rp 2,39 triliun pada 2020. (*)





BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL