Ramadan 2022, Omzet Pedagang Buah dan Penjual Cincau di Pasar Pembangunan Meningkat

Ginta Gusti Pranata    •    Jumat, 15 April 2022 | 18:38 WIB
Ekonomi
Lapak pedagang cincau di areal Pasar Pembangunan Pangkalpinang.(gn/wb)
Lapak pedagang cincau di areal Pasar Pembangunan Pangkalpinang.(gn/wb)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Pada bulan puasa, mengonsumsi makanan sehat dan segar menjadi pilihan utama menu berbuka puasa. Hal tersebut nampaknya menjadi berkah tersendiri bagi pedagang buah dan penjual cincau di Pasar Pembangunan Pangkalpinang. 

Salah satunya Pedagang buah di Pasar Pembangunan, Marwan mengaku jika dagangannya selama bulan puasa tahun ini mengalami peningkatan daripada bulan-bulan biasanya.

"Meningkat penjualannya hampir 20 persen di bulan puasa tahun ini," ujar Marwan ketika ditemui wowbabel, Jumat(15/4/2022).

Menurutnya, berbagai jenis buah menjadi buruan masyarakat selama bulan puasa ini seperti, buah semangka, buah melon, buah  timun suri, kelengkeng, serta anggur.

"Kebanyakan masyarakat Pangkalpinang pada awal bulan puasa ini membeli buah melon dan buah semangka. Tapi masuk ke minggu kedua ini lebih dominan ke buah anggur dan buah kelengkeng. Biasanya menjelang lebaran nanti buah anggur jadi tinggi peminatnya," kata Marwan.

"Ramainya diawal minggu pertama puasa. Saat ini sudah mulai menurun karena sudah minggu kedua puasa. Mungkin 5 hari sebelum lebaran akan ramai kembali," harap Marwan.

"Untuk kendalanya palingan selama bulan puasa ini ada pada pengiriman. Ongkos pengirimannya naik dari harga biasanya. Kami juga sebagai penjual tidak bisa langsung menaikan harga buah, karena pembeli tahunya harganya segitu," tuturnya. 

Marwan sendiri mematok harga Rp 16 ribu hingga Rp 17 ribu untuk satu kilogram buah melon, sedangkan buah semangka sebesar Rp 8 ribu sampai Rp 10 ribu untuk harga satu kilonya.

Tidak berbeda jauh dengan Marwan, Abot penjual cincau, kolang-kaling, dan tape, mengatakan penjualannya tahun ini mengalami kenaikan.

"Untuk tahun ini lumayan ramai, ada peningkatan konsumsi pembeli lah dari tahun lalu tapi tak jauh berbeda," ujar Abot.

Menurut Abot sebenarnya peningkatan konsumsi cincau, kolang-kaling dan lainnya tersebut ada pada faktor cuaca. Jika cuacanya panas maka akan tinggi penjualannya selama bulan puasa ini.

Mengenai omzet penjualan cincau ini, Abot mengaku tidak menentu, seperti pada hari pertama-tama puasa, Ia mengaku bisa meraup banyak keuntungan, akan tetapi untuk sekarang ini sudah mulai seperti seperti biasa lagi omzetnya. Abot memasang harga jual Rp10 ribu untuk sepotong cincau dan Rp 25 ribu untuk satu kilogram kolang-kalingnya.

"Dengan harga segitu sesuailah dan termasuk tidak mahal, karena bahan bakunya memang tidak sulit didapatkan, hanya saja kami beli lagi dari orang lain yang memproduksinya," jelas Abot.(gn/wb) 






BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL