Gelar Aksi Jalan Mundur, Berikut Delapan Tuntutan Cipayung Plus Babel

Dwi H Putra    •    Senin, 18 April 2022 | 13:54 WIB
Lokal
Caption: Organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Bangka Belitung menggelar aksi jalan mundur di Kantor DPRD Babel, Senin (18/4/2022). (dwi/wb)
Caption: Organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Bangka Belitung menggelar aksi jalan mundur di Kantor DPRD Babel, Senin (18/4/2022). (dwi/wb)

PANGKALPINANG, wowbabel.com  -- Organisasi mahasiswa yang tergabung dalam Cipayung Plus Bangka Belitung menggelar aksi jalan mundur di Kantor DPRD Babel, Senin (18/4/2022). Dalam aksi jalan mundur ini ada delapan tuntutan yang disampaikan yakni;

1  Menuntut pemerintah untuk segera menstabilkan harga bahan pokok.

2. Menuntut pemerintah untuk mengevaluasi distribusi pengan di setiap daerah.

3. Menuntut dan menolak kenaikan harga bahan Bahan Bakar Minyak (BBM).

4. Mendesak Presiden mengevaluasi kenaikan PPN menjadi 11%, serta segera menyiapkan kebijakan skema pajak dan mengontrol harga agar inflasi segera terkendalikan.

5. Menuntut pemerintah untuk meningkatkan produktivitas pangan yang masih bergantung dengan impor.

6. Menuntut pemerintah untuk memastikan manajemen ketersediaan pangan strategis yang dapat diproduksi di dalam negeri tersalurkan untuk memenuhi kebutuhan domestik. 

 7. Menuntut pemerintah daerah melakukan monitoring terhadap ketersediaan konsumsi dan harga pangan pokok, mengatur pendistribusian pangan serta mengembangkan kebijakan pertanian yang lebih variatif dalam menghadapi berbagai situasi krisis.

 8. Menuntut pemerintah untuk mengusut mafia minyak goreng, BBM bersubsidi, serta barang komoditas rakyat lainnya.

Delapan tuntutan tersebut disampaikan melalui aksi puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Kelompok Cipayung Plus Bangka Belitung yang terdiri dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI), Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) melakukan jalan mundur diruas jalan Pemerintah Provinsi (Pemprov) menuju Gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

Aksi jalan mundur ini sebagai bentuk protes mahasiswa Babel erhadap pemerintah yang dinilai mengalami kemunduran dalam kebijakan ekonomi saat ini.

Ketua Umum GMKI Pangkalpinang, David Pinem, mengungkapkan tingkat inflasi global mengakibatkan fluktuasi harga komoditas di Indonesia seperti minyak goreng, sembako maupun bahan kebutuhan pokok lainnya.

"Tidak hanya itu, kenaikan serta kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi atau non-subsidi, baik karena kenaikan harga ICP/per Barel maupun banyaknya mafia BBM atau migas dan non migas juga menjadi salah satu faktor naik turunnya bahan pokok akibat naiknya biaya produksi," kata David di Pangkalpinang, Senin (18/4/2022). 

Selain itu, Ketua Umum IMM Babel, Fajrul juga menyoroti terkait Peraturan Daerah (Perda) Provinsi Babel Nomor 12 tahun 2017 tentang Cadangan pangan, intervensi pasar, antisipasi kekurangan ketersediaan pangan, krisis pangan, gejolak harga pangan mestinya dapat diselesaikan oleh pemerintah daerah sebelum masyarakat mengalami penderitaan yang lebih dalam lonjakan harga bahan pokok. 

"Kami juga menuntut pemerintah daerah melakukan monitoring terhadap ketersediaan konsumsi dan harga pangan pokok, mengatur pendistribusian pangan serta mengembangkan kebijakan pertanian yang lebih variatif dalam menghadapi berbagai situasi krisis," ujar Fajrul.

Sementara itu, Ketua Umum KAMMI Babel, Ikhsan, mendesak pemerintah daerah untuk segera menindaklanjuti tuntutan kelompok Cipayung Plus setidaknya dalam waktu tujuh hari kedepan.

"Kenaikan harga BBM dan gas LPG, kenaikan harga bahan pokok, yang berdampak pada ekonomi masyarakat khususnya di Bangka Belitung. Pemerintah harus segera mengambil tindakan, khususnya menjelang hari raya Idul Fitri ini," pungkas Ikhsan. (dwi/wb)



BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL