Timah Akhirnya Bisa Naik Setelah Turun Mendekati Level Harga Terendah

Abeng    •    Rabu, 27 April 2022 | 11:37 WIB
Ekonomi
Ilustrasi. (net)
Ilustrasi. (net)

PANGKALPINANG, wowbabel.com –-  Harga timah di Shanghai Futures Exchange (SHFE) ditutup naik 0,93%  menjadi 333.710 yuan per metrik ton dengan open interest turun 5.672 lot menjadi 16.352 lot pada Selasa 26 April 2022. Kenaikan harga timah sekaligus mengakhiri penurunan yang sudah terjadi dalam empat ari berturut.

Tidak saja di SHFE, harga timah berjangka di London Metal Exchange (LME) juga melonjak hingga 3,74% pada jeda perdagangan interday menembus US$41.250 per metrik ton. Namun pada pembukaan pasar, Rabu  27 April, harga timah kembali melemah di US$40.700 per metrik ton. 

Logam dasar Shanghai dan LME ditutup bervariasi karena logam memperoleh dukungan dari rencana stimulus ekonomi China dan Uni Eropa untuk lebih mengurangi ketergantungan pada minyak Rusia, sementara pertemuan kebijakan Fed AS yang akan datang dan kenaikan indeks dolar AS mengandung momentum tersebut.

Kontrak timah SHFE yang paling banyak diperdagangkan bergeser ke kontrak 2206, yang volatilitas harganya secara bertahap menyempit. Berkat penjualan yang stabil di pasar spot timah domestik, persediaan timah di waran SHFE semakin menurun. Sedangkan persediaan timah di luar China  tetap stabil. 

“Kontradiksi supply-demand dalam rantai industri timah akhir-akhir ini tidak menonjol dan spekulasi pasar melemah. Diperkirakan harga timah jangka pendek akan terus bergerak pada level tertinggi,” kata analis Shanghai Metals Market (SMM) dalam laporannya.

Timah SHFE kemarin sempat naik lebih dari 1% dalam perdagangan intraday. Di LME,  timah mengakhiri penurunan dua hari, naik lebih dari 3% dalam perdagangan intraday. Namun pada sore hati ,  timah di SHFE naik 0,93% sedangkan timah LME naik 0,68%.

Dipengaruhi oleh sentimen pasar, harga timah SHFE dan LME turun tajam, namun harga kembali pulih setelah mencapai level terendah sebelumnya.

“Secara fundamental, pasokan dan permintaan industri timah dalam negeri China relatif stabil. Perubahan persediaan timah di luar negeri tetap stabil, sedangkan persediaan timah di China menurun. Namun, harga spot memang mengikuti tren berjangka. Secara keseluruhan, kemungkinan besar harga timah akan tetap berada dalam kisaran yang luas dalam jangka pendek,” tulis SMM. (wb)



BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL