Tak Dilantik Jadi Komisioner KPID Babel, Lutfi Majidi Lapor ke Polda Babel

Firman    •    Jumat, 29 April 2022 | 10:42 WIB
Lokal
Lutfi Majidi didampingi pengacara saat melapor ke Polda Bangka Belitung.(ist)
Lutfi Majidi didampingi pengacara saat melapor ke Polda Bangka Belitung.(ist)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com-- Tujuh Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Bangka Belitung Terpilih periode 2022-2025, Rabu (27/4/2022) resmi dilantik.

Namun dalam pelantikan itu salah satu Anggota yang sebelumnya sudah diumumkan masuk ke komposisi kepengurusan tiba-tiba gagal dilantik dan digantikan dengan yang lain, dan justru tidak masuk dalam jajaran komisioner. 

Merasa dizholimi dengan tidak masuk dalam komposisi pelantikan Komisioner Komisi Penyiaran dan Informasi Daerah (KPID) Bangka Belitung 2022-2025, Lutfi Majidi terpaksa membawa persoalan itu ke ranah hukum

Bersama kuasa hukumnya yakni Kurniawansyah, Kamis (29/4/2022) sore, terlihat mendatangi Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Mapolda Bangka Belitung. 

Kedatangan Lutfi dan kuasa hukumnya ke Mapolda Babel, dengan membawa bukti-bukti termasuk surat putusan hasil uji kepatutan dan kelayakan calon Komisioner KPID dengan nomor surat 160/925/DPRD tanggal 12 November 2021 yang ditandatangani langsung oleh Ketua DPRD Bangka Belitung, Herman Suhadi. 

Menurut Kurniawansyah yang merupakan kuasa hukum Lutfi, permasalahan ini kliennya merasa dirugikan secara administratif dan konstitusional sehingga pihaknya mencoba membawa persoalan ini ke ranah hukum dengan pendekatan penegakan aspek hukum pidana.

"Jadi hari ini saya melaporkan ke Polda Babel atas dugaan pidana penggelapan yang dialami oleh Lutfi Majidi saat proses mengikuti calon Komisioner KPID Babel hingga pelantikan," kata Kurniawan. 

Kurniawan juga mengungkapkan, dalam hal ini pihaknya mengklaim sudah membawa bukti-bukti yang cukup kuat, sehingga bagaimana proses hukum selanjutnya, dan dirinya juga sudah serahkan sepenuhnya ke penyidik. 

"Dalam laporan ini, klien saya merasa telah dirugikan haknya secara kontitusi bahwa klien saya ini selayaknya sudah melewati proses uji kepatutan dan kelayakan melalui Tim Seleksi (Timsel) dan Komisi I DPRD Babel, yang mana putusannya klien saya ini sudah ditetapkan sebagai salah satu dari tujuh Komisioner KPID yang dinyatakan lulus dan terpilih untuk dilantik," ujarnya.

Lanjutnya, pada saat pelantikan, nama Lutfi justru tidak masuk dalam tujuh Komisioner KPID yang dilantik, bahkan, sama sekali tidak ada pemberitahuan tersurat dari penyelenggara jika memang ada kesalahan yang membuat kliennya tergusur dari komposisi Komisioner yang dilantik. 

"Pelantikan ini jelas diduga tidak sesuai dengan surat usulan DPRD karena saat pelantikan tidak ada nama klien saya. Sehingga dengan begitu, secara hukum klien saya menggunakan haknya secara konstitusi untuk melaporkan persoalan ini ke pihak berwenang," ucapnya. 

Ia mejelaskan, dalam persoalan ini, pihaknya akan melakukan pendekatan aspek pidana dengan tujuan untuk membatalkan putusan gubenur atas pelantikan KPID Babel karena diduga telah melanggar azas-azas umum pemerintahan yang baik. 

"Tak hanya ke Polda, kita juga akan bawa persoalan ini kedalam hukum administrasi negara melalui gugatan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN), untuk waktunya kapan, Insya Allah habis lebaran," pungkasnya. 

Diketahui sebelumnya, Pelantikan Komisioner KPID Babel, pada Rabu (27/4) kemarin dinilai cacat hukum karena satu diantaranya tujuh komisioner terpilih tidak ikut diundang dalam pelantikan dan diduga digantikan secara mendadak. 

Padahal, formasi tujuh Komisioner tersebut sudah ditetapkan dan direkomendasi sejak awal oleh Komisi I DPRD Babel melalui hasil uji kelayakan dan kepatutan. 

Pelantikan ini pun terkesan mendadak. Hal ini dikuatkan dengan para komisioner terpilih hanya diundang via telepon tanpa surat. 

Salah satu komisioner yang enggan disebutkan namanya membenarkan kalau pelantikan ini terkesan dadakan, bahkan ia mengaku hanya diundang via telepon. 

"Betul bang, sifatnya kami hanya dikonfirmasi oleh pihak diskominfo melalui via telpon, bahkan berkenaan undangan fisik belum sama sekali kami dapatkan. Diskominfo sendiri menyampaikan kalau undangan diberikan saat mau dilantik nanti," ujarnya. 

Sementara Lutfi saat dikonfirmasi, membenarkan kalau dirinya sama sekali tidak diundang karena tidak masuk dalam bagian komposisi komisioner yang dilantik. Padahal dirinya sudah lolos fit and proper test dan direkomendasikan oleh Komisi I DPRD Babel. 

"Betul, justru informasi saya tidak ikut dilantik baru semalam, itu pun setelah saya konfirmasi langsung ke Kominfo," ujar Lutfi. 

Diketahui, dalam tahapan pemilihan Komisioner KPID Babel, Lutfi sudah melalui sesuai mekanismenya, mulai dari tahapan administrasinya juga discreening oleh Tim Seleksi (Timsel). 

Kemudian setelah dinyatakan secara administrasi, Lutfi melanjutkan tahapan mulai dari test CAT, test psikologi dan wawancara yang diselenggarakan oleh timsel.

Setelah tahapan di Timsel selesai. Semua nama yang lolos termasuk Lutfi disampaikan Komisi 1 DPRD Provinsi Babel untuk mengikuti fit and proper test. Setelah dinyatakan lulus, baru nama-nama tersebut diserahkan ke provinsi untuk dilantik.(fn/wb) 





BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL