Pandemi China Meruntuhkan Harga Timah Dunia

Abeng    •    Selasa, 10 Mei 2022 | 09:20 WIB
Ekonomi
Ilustrasi. (net)
Ilustrasi. (net)

PANGKALPINANG, wowbabel.com -- Harga timah dunia mengalami pukulan keras pada Senin (9/5/2022). Baik di pasar London maupun Shanghai, timah berjangka terpuruk 5,6% dan 4,7%. Penurunan tertinggi harga timah sejak Mei 2022 akibat situasi pandemi COVID-19 di China.

Pada perdagangan sebelum penutupan pasar di London Metal Exchange ( LME) timah kontrak tiga bulan sempat jatuh di US$36.980 per metrik ton Senin malam akhirnya ditutup US$37.119 per metrik ton  dari harga sebelumnya US$39.450 per metrik ton.

Harga timah merosot ke level terendah sejak pertengahan Desember dan logam industri lainnya turun karena pengetatan pembatasan COVID-19 di konsumen utama China serta kekhawatiran pertumbuhan ekonomi global yang lebih lemah mengurangi prospek permintaan.

"Penguncian China, kenaikan suku bunga di Amerika Serikat dan di tempat lain dan dolar yang kuat memberi tekanan pada tembaga," kata analis Danke Bank Jens Pedersen sepeeti dikutip Financial Post kemarin.

Namun dia mengatakan langkah-langkah stimulus China di akhir tahun dapat menghidupkan kembali harga logam.

 “Kondisi di China, itu harus menjadi lebih buruk sebelum menjadi lebih baik,” katanya.

Dua kota terbesar China memperketat pembatasan penduduknya pada hari Senin.  Pembatasan ini telah memukul hasil dari manufaktur.

Semua logam dasar di Shanghai juga ditutup dengan kerugian karena indeks dolar AS yang terus meningkat menekan harga logam. Pasar juga khawatir tentang perkembangan ekonomi pada inflasi tinggi dan pasar tenaga kerja moderat dibuktikan oleh laporan pasar kerja AS terbaru.

Tembaga Shanghai turun 1,01%, aluminium turun 2,42%, timbal turun 1,43%, seng turun 3,2%, timah turun 4,72%, dan nikel menyusut 2,96%.

Timah SHFE yang paling banyak diperdagangkan ditutup turun 4,72% atau 15.440 yuan pada 311.510 yuan per metrik ton dengan open interest naik 2.488 lot menjadi 31.495 lot.

"Di pasar spot, penawaran dari pedagang dan pabrik peleburan turun di perdagangan pagi seiring dengan penurunan harga berjangka, tetapi transaksi aktualnya kurang dari yang diharapkan. Pengiriman dilakukan pada sore hari ketika harga timah merosot," denikian bunyi laporan SMM.

 Pasar  Shabghai masih dipenuhi timah impor. Waran SHFE naik 283 metrik ton menjadi 1.762 mteteik ton mengakhiri tren penurunan yang berlangsung selama dua minggu.

"Waran SHFE masing-masing bertambah 93 mt dan 283 metrik ton di hari perdagangan terakhir, karena lebih banyak pemain hulu memilih untuk melakukan pengiriman di pasar berjangka dengan harga kontrak SHFE yang paling banyak diperdagangkan yang terus turun dan persaingan yang lebih ketat dengan timah rafinasi impor dengan harga rendah," ujarnya. (wb)



BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL