Inilah Penyebab Harga Timah Ambruk

Abeng    •    Rabu, 11 Mei 2022 | 10:25 WIB
Ekonomi
Ilustrasi. (net)
Ilustrasi. (net)

PANGKALPINANG, wowbabel.com -- Harga timah dunia makin anjlok di pasar berjangka London maupun Shanghai. Dalam dua hari timah di Shanghai sudah turun 7%. Sedangkan di pasar London Metal Exchange (LME) turun 10% dengan harga timah interday, Selasa 10 Mei berada di US$36.530 per metrik ton

Shanghai Metals Market (SMM) dalam analisisnya menyebutkan beberapa  faktor yang berkontribusi terhadap penurunan harga timah. Mulai banjirnya pasar oleh impor dari negera produsen timah olahan, seperti Indonesia hingga melemahnya permintaan timah dari China sebagai konsumen utama logam dasar akibat penanganan pandemi COVID-19.

Pertama, volume impor bijih timah dan timah olahan meningkat signifikan pada triwulan I di China. Volume impor bijih timah dan timah olahan berada pada level tertinggi dalam sejarah, dan pabrik peleburan timah domestik secara bertahap meningkat.

Kedua, menurut SMM, konsumsi timah di luar negeri China melemah dan persediaan timah di LME naik ke level tertinggi sejak 2021 mencapai 3.120 metrik ton.

Faktor ketiga, perusahaan hilir timah di China timur terkena dampak pandemi dengan langkah penutupan beberapa di pusat industri logam di China.

“ Alasan lain adalah bahwa kebijakan Fed AS menaikkan suku bunga dan menyusutkan neraca akan memberikan tekanan pada harga logam non-ferrous,” tulis SMM dalam laporannya.

Volume impor bijih timah China pada kuartal pertama 2022 sebesar 88.730 metrik ton, meningkat 113%  (YoY). Sedangkan  impor timah rafinasi ke China berubah dari ekspor bersih sebesar 9.426 metrik ton tahun lalu menjadi impor bersih sebesar 248 metrik ton pada kuartal pertama menunjukkan bahwa konsumsi timah luar negeri secara bertahap melemah. 

Sementara itu, produksi bijih timah dalam negeri Chinan tetap stabil. Output bulanan rata-rata pada kuartal pertama adalah 5.801,5 metrik ton, turun sekitar 7,28% dari tahun lalu. 

“Namun, TC pabrik peleburan secara bertahap meningkat. Mengambil TC dari 40% konsentrat di Yunnan sebagai contoh, yang naik menjadi sekitar 25.000-27.000 yuan per metrik ton, menunjukkan bahwa ketatnya pasokan bijih timah sedikit berkurang,” tambah SMM dalam laporan. 

Berdasarkan survei SMM, pada April 2022 sekitar 2.500 metrik ton  timah impor di pasaran dan diharapkan volume impor bijih timah selanjutnya juga akan tetap tumbuh positif. 

“Konsumsi timah rafinasi luar negeri telah melemah tahun ini, dan persediaan timah LME telah mencapai 3.120 metrik ton setelah hampir tiga bulan akumulasi, level tertinggi sejak 2021. Rasio harga timah SHFE/LME secara bertahap meningkat sejak Maret, dan keuntungan impor timah rafinasi timah telah meningkat. Keuntungan impor yang tinggi juga akan membuat timah rafinasi impor terus mengalir ke pasar domestik,” ujarnya. 

Keuntungan impor yang tinggi juga akan membuat timah rafinasi impor terus mengalir ke pasar domestik China. 

Secara keseluruhan kinerja tingkat operasi pabrik solder hilir domestik masih relatif kuat. Pada bulan April, tingkat operasi rata-rata perusahaan solder adalah 87,6%, meningkat 5 poin persentase jika dibandingkan dengan Maret. Tingkat operasi rata-rata tahun ini adalah 79,55%, dibandingkan 76% tahun lalu.

Namun, produksi dan transportasi perusahaan solder di Tiongkok timur terpengaruh oleh pandemi, dengan produksi turun 14,47% MoM di bulan April 2022. (wb)



BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL