Perusahaan Milik Hercules Bakal Garap WIUP PT Timah Laut Toboali

Aston    •    Selasa, 17 Mei 2022 | 22:56 WIB
Lokal
Pimpinan CV Timor Ramelau, Rosario De Marshall Hercules.(as/wb)
Pimpinan CV Timor Ramelau, Rosario De Marshall Hercules.(as/wb)

TOBOALI,www.wowbabel.com – PT Timah Tbk menggelar sosialisasi aktivitas penambangan timah di perairan laut Merbau, Kelurahan Tanjung Ketapang, Kabupaten Bangka Selatan (Basel) yang dilaksanakan di Kantor Pengawas Produksi Bangka Selatan, Selasa (17/5/2022).

Kegiatan sosialisasi ini turut dihadiri oleh Kepala Bidang Pengawasan KIP dan Pengangkutan, Ronanta, Kepala Divisi Pengamanan PT Timah Tbk Wing Handoko, Kabag Ops Polres Bangka Selatan Kompol Hary Hartono, Camat Toboali Anshori, Perwakilan DanPos Al Basel, Perwakilan Dandim, Masyarakat dan nelayan dan mitra kerja PT Timah Tbk.

Aktivitas penambangan ini rencananya akan dilaksanakan di Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP) PT Timah Tbk ini direncanakan akan dikerjakan oleh perusahaan CV Timor Ramelau milik Rosario de Marshall Hercules dengan pola kemitraan.

Kepala Bidang Komunikasi Perusahaan PT Timah Tbk, Anggi Siahaan mengatakan sosialisasi ini merupakan medium yang baik untuk menyampaikan informasi terkait penambangan kepada masyarakat yang berada pada lingkungan lokasi penambangan.

Ia menyebutkan, dalam sosialisasi ini tidak hanya menyampaikan bahwa PT Timah Tbk sebagai pemilik Izin Usaha Pertambangan yang akan melaksanakan operasi produksi, tetapi juga agar pemanfaatannya lebih maksimal dan dapat berjalan sinergis dengan masyarakat.

Lebih lanjut, Anggi menyampaikan PT Timah Tbk dalam melaksanakan proses penambangan mengimplementasikan good mining practices, sehingga perusahaan juga mengoptimalkan sosialisasi ini sebagai media informasi kepada masyarakat terkait pola penambangan yang terintegrasi dan sesuai dengan aturan.

Diharapkan hal ini dapat menjadi sarana informatif yang mampu meminimalisasi kesenjangan pemahaman mengenai kegiatan pertambangan yang bersentuhan dengan masyarakat. Karena aktivitas penambangan yang dilakukan PT Timah Tbk merupakan salah satu bentuk pengelolaan sumber daya alam terintegrasi yang berujung kepada kontribusi kepada negara.

“Industri pertambangan bukanlah kegiatan eksploitasi semata. Perusahaan ingin menyampaikan bahwa, penerapan  good mining practices harus menjadi acuan dalam melaksanakan operasi produksi agar kegiatan penambangan dilakukan searah dengan kegiatan tanggung jawab terhadap lingkungan dan sosial,” terang Anggi.

Dalam melaksanakan aktivitas penambangan, PT Timah Tbk selalu membuka diri untuk berkolaborasi dan bersinergi dengan masyarakat sehingga dapat memberikan dampak positif yang berkelanjutan bagi masyarakat, pemerintah dan perusahaan dan akhirnya negara.

“Kita berharap masyarakat menjadi lebih paham tentang aturan dan izin pemerintah yang menjadi dasar perusahaan dalam melaksanakan operasi produksinya. Sehingga kita bisa bersama-sama menjaga aktifitas penambangan ini,” katanya.

Pimpinan CV Timor Ramelau, Rosario De Marshall Hercules  yang ikut hadir membenarkan perusahaan yang dipimpinnya itu mendapat kepercayaan dari PT Timah untuk melakukan kegiatan penambangan di perairan Laut Merbau.

Menurut dia, sosialisasi rencana penambangan juga sudah pernah dilakukan kepada masyarakat.

"Sosialisasi telah kita laksanakan beberapa minggu lalu. Pertemuan dengan nelayan, forum laut Merbau, Temayang, Rias, RT, RW,  tokoh masyarakat, dan LSM," tutur Hercules.

Penambangan yang akan menggunakan  ponton isap produksi (PIP) yang direncanakan sebanyak 20 unit, Hercules menggandeng pengusaha lokal Hasan Sudianto alias Bukong.

"Disini ada Pak Bukong, dan kita sudah berbagi tugas. Saya yang mengurus perizinan dan semua keamanan berkoordinasi dengan TNI, Polri dan juga pengamanan dari PT. Timah,"  terangnya. 


"Untuk itu, Pak Bukong harus berkomitmen dengan masyarakat. Saya bertanggung jawab penuh dalam kegiatan penambangan ini. Kalau saya melanggar aturan yang telah ditetapkan oleh PT. Timah, maka SPK (Surat Perintah Kerja) dicabut," tandas Hercules.

Sementara peserta yang hadir dalam sosialiasi  tersebut  menyetujui akan rencana penambangan PIP di laut Merbau. Namun, beberapa jam sebelum sosialiasi dilaksanakan, terdapat sekelompak puluhan masyarakat  mendatangi Kantor Lurah Ketapang dan menyatakan penolakan akan rencana penambangan tersebut.

Joni Zuhri, perwakilan masyarakat yang diketahui berasal dari nelayan Batu Perahu menyatakan, masyarakat nelayan tetap berkomitmen menolak rencana aktivitas penambangan di perairan laut Tanjung Ketapang, Batu Perahu, Merbau dan sekitarnya.

"Kami tetap akan melakukan penolakan, itu pasti. Mengenai apa yang akan kami lakukan tidak tahu kedepannya. Yang pasti kami tetap akan melawan. Apapun yang terjadi kami tetap menolak dan melawan,” tegas Joni Zuhri.(as/wb) 



MEDSOS WOWBABEL