Terserang PMK, Omzet Penjualan Daging Sapi Anjlok

Firman    •    Rabu, 18 Mei 2022 | 20:17 WIB
Lokal
Bustami, penjual daging sapi di Pasar Tradisional Pangkalpinang.(fn/wb)
Bustami, penjual daging sapi di Pasar Tradisional Pangkalpinang.(fn/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com-- Akibat meluasnya Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) terhadap hewan ternak sapi beberapa daerah di Indonesia baru-baru ini juga berdampak kepada para pedagang sapi di Kota Pangkalpinang, Provinsi Bangka Belitung.

Penyakit mulut dan kuku terhadap hewan ternak sapi ini, tentunya sangat berpengaruh  terhadap omzet penjualan.

Kondisi ini sangat dikeluhkan oleh salah satu pedagang daging sapi di Pasar Tradisional Kota Pangkalpinang, yakni Bustami.

Menurut Bustami sejak munculnya PKM yang menyerang sapi beberapa minggu membuat kondisi penjualan daging sapi menurun drastis.

"Sekarang kondisi penjualan sangat sepi, apa lagi dengan adanya penyakit mulut dan kuku hewan ternak sapi ini, mungkin masyarakat takut beli daging sapi," kata Bustami, Rabu (18/5/2022).

Bustami mengungkapkan, dengan adanya penyakit PMK terhadap hewan ternak sapi ini, ia pun hanya menjual puluhan kilogram perhari.

"Kita ambil daging sapi sekarang ini tidak terlalu banyak, paling perhari kita ambil untuk di jual 20-30 kilogram saja," ujarnya.

Diakui Bustami daging sapi yang ia jual saat ini hanya sapi lokal saja.

"Sekarang daging yang kita jual ini daging sapi lokal, ini kita jual tidak terlalu banyak, mana kondisi harga per kilogram Rp 150 ribu," ucapnya.

Ditambahkannya, sebelum adanya penyakit kuku dan mulut terhadap hewan ternak sapi ini ia mampu menjual 50-80 kilogram perhari.

"Sebelum ada PMK daging sapi ini, pembeli sangat ramai, bahkan kita mampu jual perhari 50-80 kilogram," katanya.

"Kalau sekarang ini jual 15-20 kilogram perhari sangat susah dan kadang tidak habis," ujar Bustami.

Bustami juga berharap wabah penyakit terhadap hewan ternak sapi cepat selesai agar penjualan daging sapi kembali normal seperti dulu.

"Ya kita berharap khususnya kepada pemerintah ada solusi dalam menangani penyakit terhadap hewan ternak sapi ini, agar penjualan pun remain kembali dan masyarakat tidak takut mengkonsumsi daging sapi," kata Bustami.(fn/wb) 




BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL