Timah Indonesia Banjiri Pasar Dunia, Pantas Saja Harga Merana

Abeng    •    Rabu, 18 Mei 2022 | 08:58 WIB
Ekonomi
Ilustrasi. (net)
Ilustrasi. (net)

PANGAKALPINAG, wowbabel.com -- Ekspor timah Indonesia mencatat rekor tertinggi pada April 2022. Sebanyak 9.243,57 ton timah Indonesia membanjiri pasar timah dunia.

Pasokan timah dari Indonesia  di tengah permintaan yang  lesu sehingga membebani harga. Hingga Mei 2022, harga timah sudah terkuras 14,4%. Bahkan dalam sepekan harga timah amblas 7%.

Data yang dirilis Kementerian Perdagangan RI, Selasa (17/5/2022) menunjukkan Indonesia mengekspor 9.243,57 ton timah olahan pada April, meningkat 31,91% dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Volume ekspor pada April juga lebih tinggi dari 6.674,91 ton pada Maret.

Badan Pusat Statistik Provinsi Kepulauan Bangka Belitung  mencatat nilai ekspor timah dan nontimah Bangka Belitung sebagai penghasil timah utama di Indonesia  Maret 2022 bernilai 314,37 juta dolar Amerika Serikat atau naik 79,11 persen dibandingkan Maret 2021 sebesar 175,52 juta dolar AS.

"Kenaikan ekspor ini, didorong oleh ekspor timah naik 95,36 persen dan nontimah naik 0,19 persen," kata Plt Kepala BPS Provinsi Kepulauan Babel Reflin Arda di Pangkalpinang.

Ia mengatakan, China masih menjadi negara tujuan utama ekspor timah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Sebesar 33,53 persen ekspor timah pada Januari-Maret 2022 dikirim ke Negeri Tirai Bambu ini.

"Apabila dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, ekspor timah ke Tiongkok pada tahun ini naik 2.035,09 persen," ujarnya.

Sementara itu, Singapura, Korea Selatan, India dan Jepang berada dalam lima negara tujuan utama ekspor timah pada Maret 2022. Peran empat negara itu berkisar antara 8,42 persen hingga 13,55 persen.

Ekonomi Indonesia mempertahankan pertumbuhan yang stabil pada kuartal pertama tahun 2022 meskipun ada ketegangan global, data resmi menunjukkan  Indonesia menuai manfaat dari melonjaknya harga komoditas dan pelonggaran pembatasan COVID.

Indonesia sangat terpengaruh oleh pandemi virus corona, dengan ekspor dan ekonomi yang bergantung pada pariwisata mengalami pukulan besar pada tahun 2020 karena PDB menyusut 2,07 % - resesi pertama sejak krisis keuangan Asia 1997. 

Tetapi ekonomi negara terbesar di Asia Tenggara telah meningkat dalam beberapa bulan terakhir, dan Badan Pusat Statistik (BPS) pada melaporkan ekspansi tahunan sebesar 5,01 persen pada Januari-Maret. 

Ekspor menunjukkan pertumbuhan yang sangat mengesankan sebesar 16,22 % pada kuartal pertama tahun 2022 seiring dengan melonjaknya harga minyak sawit, nikel, dan timah Indonesia di pasar global. 

Moody's Analytics mengatakan pada kuartal pertama Indonesia melebihi perkiraan mereka. 

"Hasilnya menunjukkan bahwa ekonomi terbesar di Asia Tenggara itu berada di jalur yang tepat untuk mencapai target pertumbuhan setahun penuh pemerintah sebesar 4,5 persen hingga 5,3 persen," katanya dalam catatan yang dirilis Senin pekan lalu. (wb)



BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL