Timah Masih Berjuang Melawan Tekanan

Abeng    •    Rabu, 18 Mei 2022 | 09:52 WIB
Ekonomi
Ilustrasi. (net)
Ilustrasi. (net)

PANGKALPINANG, wowbabel.com  -- Timah  di London Metal Exchange (LME)  gagal melanjutkan tren kenaikanya pada Selasa (17/5/2022). Harga timah berjangka ditutup US$34.050 per metrik ton, turun 1,4% dari harga sebelumnya US$34.850 per metrik ton. 

Kondisi ekonomi yang belum stabil dengan permintaan akan timah yang masih lemah kembali menekan harga. Pada pembukaan pasar, Rabu 18 Mei 2022, harga timah berjangka langsung anjlok 2,05% di US$33.650 per metrik ton.

Di pasar Shanghai Futures Exchange (SHFE) harga timah sedikit turun setelah sepekan sebelumnya anjlok hingga 5,7%. Timah SHFE   ditutup turun 1,53% atau 4.330 yuan pada 279.340 yuan per metrik ton, dengan open interest turun 2.036 lot menjadi 31.938 lot.

"Semalam, kontrak timah SHFE yang paling banyak diperdagangkan bergerak dalam kisaran sempit, dengan open interest turun. Persediaan timah dalam negeri dengan waran SHFE tidak banyak berubah, sedangkan persediaan timah LME juga sedikit berubah. Harga transaksi timah di pasar spot terus turun," kata analis Shanghai Metals Market (SMM) dalam laporannya.

Kemarin penurunan harga timah di SHFE telah melambat dan sentimen menunggu keadaan ekonomi mendominasi pasar.  

Secara keseluruhan logam dasar Shanghai dan LME ditutup bervariasi seiring meredanya pandemi di China mengisyaratkan pemulihan permintaan, sementara kehati-hatian pasar meningkat kemarin ketika Powell Fed menyatakan bahwa jika inflasi tidak turun kembali, The Fed akan terus menaikkan suku bunga. sampai itu terjadi. 

Tembaga LME naik 0,5%, aluminium bertambah 1,66%, timbal hilang 0,95%, seng melonjak 1,44%.

Tembaga SHFE naik 0,22%, aluminium turun 0,2%, timal hilang 0,54%, seng naik tipis 0,02%. (wb)



BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL