Terdata 1.559 Ekor Sapi Di Babel Terpapar PMK

Dwi H Putra    •    Kamis, 19 Mei 2022 | 17:31 WIB
Lokal
Caption: Sapi di peternakan. (dok/wb)
Caption: Sapi di peternakan. (dok/wb)

PANGKALPINANG, wowbabel.com  -- Sebanyak 1.559 ekor sapi terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK) per Rabu (18/5/2022), data ini berdasarkan laporan yang disampaikan sejumlah dinas kepada Posko Penanganan PMK Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel). 

Namun, dari 1.559 ekor tersebut, sebanyak 214 ekor dinyatakan sembuh dan 1.343 ekor sakit serta dua ekor mati, hingga Rabu (18/5/2022) malam. 

"Dari 1.559 ekor sudah recovery atau menuju kesembuhan atau sebesar 60 persen," kata Kepala DPKP Babel, Edi Romdhoni kepada wowbabel.com, Kamis (19/5/2022). 

"Untuk penyakit mulut dan kuku ini akan disampaikan laporan perhari, sudah kami sudah membuat posko penanggulangan PMK," ujarnya. 

Edi melanjutkan petugas di kabupaten/ kota sudah kerja keras, guna mengatasi PMK yang ada di Babel serta bekerjasama dengan kepolisian daerah baik di kota/ kabupaten dan karantina hewan. 

"Kami akan membentuk satuan tugas (Satgas) serta tim reaksi cepat, untuk menindaklanjuti laporan peternak atau pun pedagang sapi," jelas Edi. 

"Total sapi di Babel ini ada 16.000-an, tetapi jumlah ini dengan populasi jumlah demikian, Babel berada diurutan kedua atau ketiga secara nasional," paparnya. 

Hal ini dikarenakan dengan populasi yang sedikit, jumlah ternak yang terpapar PMK sangat besar, sehingga kalau dijumlahkan sekitar 8 berapa persen. 

"Kalau di daerah lain seperti seperti Jawa Timur itu kan jutaan dengan kasusnya ribuan," tukas Edi. 

Pihaknya mengimbau kepada peternak tidak panik jika ada sapi yang terpapar PMK sebab ini bukan penyakit solosis kendati penyebarannya cepat tapi bisa disembuhkan, namun harus selalu memperhatikannya dengan memberikan asupan vitamin, kemudian secara intens membersihkan kandang dan menyemprotkannya dengan densifeksi. 

"Tidak itu saja, sapi yang terpapar PMK harus dipisahkan atau di karantina lebih jauh dengan ternak lainnya, segera melaporkannya ke dinas terdekat atau petugas di lapangan, supaya segera ditindaklanjuti," tandasnya. 

Ditambahkan Edi, pihaknya melalui dinas di kabupaten/ kota serta petugas lapangan terus melakukan sosialisasi dan edukasi kepada peternak dan pedagang sapi, supaya lebih lebih memahami penanganan sebelum dokter hewan atau petugas lapangan tiba di peternakan warga. (dwi/wb)



BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL