Pelonggaran Pakai Masker, Ini Kata Warga Pangkalpinang

Dwi H Putra    •    Jumat, 20 Mei 2022 | 19:32 WIB
Lokal
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mikron Antariksa. (dok)
Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mikron Antariksa. (dok)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com - Menyikapi tentang pelonggaran penggunaan masker di tempat terbuka yang disampaikan Presiden Jokowi, karena memang sudah dua tahun lebih dilaksanakan pembatasan-pembatasan kegiatan di masyarakat atau di tempat terbuka. 

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Mikron Antariksa, mengatakan dengan adanya ketentuan ini tentu saja yang diharapkan tahun 2022 ini bisa meningkatkan produktivitas, guna meningkatkan perekonomian. 

"Namun tetap menjaga kesehatan, terutama mungkin menjaga kebersihan, tentu saja ini yang yang paling utama dan melaksanakannya dengan penuh tanggung jawab," kata Mikron dikonfirmasi wowbabel.com, Jumat (20/5/2022). 

Lanjutnya dengan adanya pelonggaran ini menandakan bahwa pelaksanaan penanganan Covid-19 di Indonesia berjalan dengan dengan sangat baik. 

"Kita tunggu aturan lebih lanjut, sebab satu pandemi dan endemi ini ditetapkan oleh WHO, sehingga kita juga menyiapkan ketentuan-ketentuan dibawahnya untuk sembari menunggu perubahan status ini," jelas Mikron. 

"Ya setidaknya jangan jadi euforia di masyarakat, tetap berhati-hati dan selalu waspada dengan melaksanakan protokol kesehatan jika berada di pusat keramaian atau kerumunan," harapnya. 

Sementara itu, pantauan wowbabel.com di lapangan, sejumlah masyarakat ada yang menggunakan masker dan tidak ketika berkendara atau berada di pusat keramaian setelah adanya pelonggaran ini. 

"Kalau saya sih tetap gunakan masker, soalnya masker ini bukan hanya antisipasi Covid-19 tapi juga untuk menghindari asap kendaraan, debu yang bisa menyebabkan pilek dan flu," ujar Ce Ati. 

"Terutama anak-anak ya, ketika keluar rumah atau bepergian, masih kami kenakan masker, apalagi sudah jadi kebiasaan sejak dua tahun ini apabila tidak pakai masker seperti ada yang kurang," terangnya. 

Sedangkan, Rika mengaku sangat senang dengan adanya pelonggaran ini, sebab dirinya merasa sudah bosan menggunakan masker, yang menurutnya membuat sulit bernafas dan sesak. 

"Akhirnya bebas juga pakai masker, plong," papar Rika. 

"Tapi disatu kesempatan tetap saya gunakan, terutama di pasar dan keramaian, tapi intinya memang bagus pakai masker supaya bebas dari debu dan asap kendaraan," pungkasnya. (dwi/wb)



BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL