Sapi Terserang PMK, Omzet Penjual Daging di Babar Turun Drastis

Chairul Aprizal    •    Senin, 23 Mei 2022 | 19:48 WIB
Lokal
Para penjul daging sapi di Pasar Tradisional Muntok, bangka Belitung.(rul/wb)
Para penjul daging sapi di Pasar Tradisional Muntok, bangka Belitung.(rul/wb)

Muntok.www.wowbabel.com -- Sejumlah pedagang daging sapi di Pasar Tradisional Muntok, Kabupaten Bangka Barat mengeluh lantaran omzet mereka menurun.

Penurunan terjadi setelah Penyakit Mulut dan Muku (PMK) yang menjangkit hewan ternak di beberapa daerah.

Salah seorang pedagang daging  api potong di Pasar Tradisional Muntok, Asen mengaku dengan adanya PMK tersebut, berdampak pada omzet penjualan daging sapi yang menurun drastis.

"Waduh untuk omzet tinggal 20 persen dari awal PMK itu omzet sudah menurun. Kan sapi sudah tidak boleh masuk. Biasanya per hari sekitar 200 kilogram sekarang jual hanya 40 kilogram perharinya makanya masih pagi aja udah tidak jualan lagi," kata Asen kepada wartawan wowbabel, Senin (23/5/2022).

Selain itu, sejak adanya wabah PMK tersebut, Asen menyampaikan untuk stok sapi saat ini di kandang miliknya sudah menipis sejak awal PMK.

"Sapi sementara tidak boleh masuk sejak tanggal 8 atau 9 kemarin. Untuk stok dikandang tinggal 2 ekor. Ini kalau mau kita jual seperti biasa dua hari habis. Untuk harga masih Rp 150ribu karena ini sapi lebaran kemarin jadi harga masih sama," ujarnya .

Lebih lanjut, Asen berharap pemerintah  segera mengambil langkah-langkah untuk mengatasi masalah PMK tersebut. karena menurutnya ini sudah menyangkut kebutuhan masyarakat.

"Bagaimana jalan keluarnya, pemerintah ini, supaya kebutuhan masyarakat ini terpenuhi. Lah karena kami para pedagang berharap pemerintah bisa masukan sapi lagi. Apa nanti sapi itu di vaksin terlebih dahulu, atau di karantina dulu. Bukan hanya kami para penjual daging, yang dibawah-bawah ini seperti penjual bakso ngeluh juga, kan kita pagi - pagi sudah tidak jualan lagi," tutur Asen.

Hal senada dikatakan, Yudi pedagang lainnya juga mengeluhkan dengan adanya PMK yang menyerang di beberapa daerah sehingga terjadi penurunan omzet, lantaran tak ada sapi yang masuk ke Bangka Barat.

"Sekarang tidak bisa berjualan, untuk omzet menurun jauh, 80 persen penurunannya, karena tidak ada barangnya (sapi-read). Kita hanya mengambil di para kelompok ternak yang ada di sekitaran Muntok ini, sudah tidak keluar daerah lagi. Kalau di kandang sudah kosong sejak satu minggu setelah lebaran kemarin,"kata Yudi saat diwawancara wowbabel.com(23/05/2022). 

Yudi berharap untuk pemerintah segela membawa kabar baik untuk para penjual daging dan para pertenak.

"Harapannya agar pemerintah segera ada solusi dengan adanya PMK ini, agar kita bisa jualan lagi. dibilang khawatir, kita kawatir juga karena ada ternakan," katanya. 

Salah satu pembeli Irwarna (43) mengatakan dengan ramainya penyakit PMK yang menyebar di beberapa daerah ia merasa ragu setiap hendak membeli daging sapi. 

"Ya agak was - was ( Ragu - read) lah kan ini sapinya lagi sakit, takutnya menular ke manusia. Kalau mau makan daging baru beli tapi setelah ada PMK jadi was - was juga. Apa lagi harganya yang mahal,"  tukas Irwarna.(rul/wb) 



BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL