Jatim dan Babel Jalin Misi Dagang dan Investasi

Dwi H Putra    •    Selasa, 24 Mei 2022 | 18:14 WIB
Lokal
Caption: Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. (dwi/wb)
Caption: Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa. (dwi/wb)

PANGKALANBARU, www.wowbabel.com -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) melaksanakan Misi Dagang dan Investasi ke sejumlah daerah di Indonesia, kali ini kegiatan tersebut di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) dengan dilaksanakan sejumlah perjanjian kerjasama baik oleh organisasi perangkat daerah (OPD) dan perusahaan dari kedua daerah.

Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa, mengatakan pihaknya dalam satu tahun minimal melaksanakan 10 kali kerjasama misi dagang dan investasi ini ke sejumlah daerah di Indonesia. 

"Di tahun 2020 dan 2021 dikarenakan Covid-19 hanya dilakukan enam kali, nah tahun 2022 ini kami disambut baik oleh Pemprov Babel terkait misi dagang dan investasi ini," kata Khofifah usia kegiatan di Aston-Soll Marina, Selasa (24/5/2022). 

"Tadi saja belum satu hari sudah dilakukan kerjasama antar perusahaan dari kedua daerah dengan capaian sebesar Rp 9,79 miliar," ujarnya. 

Lanjut Mantan Menteri Sosial ini, proses ini akan terus berjalan bukan hanya setelah selesai transaksi ini saja, juga akan terus berjalan memberikan penguatan.

"Bagaimana kedua provinsi ini tidak sekadar menemukan  sektor-sektor strategis untuk dilakukan perdagangan antara kedua provinsi," jelas Mantan Menteri Sosial ini. 

"Ini dibuktikan dengan penandatangan MoU antara 13 OPD dari kedua daerah, ini menunjukkan ada proses pemerintahan baik di sektor pertanian, peternakan serta OPD lainnya, tentu ini akan menjadi bagian dari penguatan diantara kedua provinsi," terangnya. 

"Jangan lupa kemudian ada Kamar Dagang Industri (Kadis), Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI), Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) dan Forum Komunikasi Pengusaha (Forkas) ini menjadi bagian sangat penting dalam kemitraan dan sinergi menjadi bagian yang bisa mendorong penguatan seluruh sektor," paparnya. 

Tidak itu saja, Presiden Jokowi beberapa waktu yang lalu juga meluncurkan kembali Program Bangga Buatan Indonesia (BBI), yang artinya kegiatan ini berkesinambungan dan selaras dengan target nasional yakni sebesar Rp 400 trilliun pencapaian BBI tersebut. 

"Kami sendiri di Provinsi Jatim ditargetkan sebesar Rp 2,68 trilliun, sehingga tim pengadaan barang dan jasa harus bekerja semaksimal mungkin, begitu juga dengan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) kabupaten/ kota se-Jatim, sehingga produk dalam negeri ini bisa mencapai target tersebut," pungkas Khofifah. (dwi/wb)



BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL