Kran Ekspor CPO Dibuka, Ini Tanggapan DPKP dan DPRD Babel

Dwi H Putra    •    Selasa, 24 Mei 2022 | 12:54 WIB
Lokal
Ilustrasi. (net)
Ilustrasi. (net)

PANGKALPINANG, wowbabel.com  --  Petani sawit di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) patut bergembira, pasalnya kran ekspor Crude Palm Oil (CPO) kembali dibuka pemerintah mulai 23 Mei 2022 kemarin. 

Menanggapi hal ini Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Babel dengan dibukanya ekspor CPO ini, pabrik kelapa sawit akan bisa beroperasi kembali, termasuk di Babel. 

"Artinya dengan pengisian tangki akan membutuhkan bahan baku tandan buah segar (TBS) dari petani sawit, tentunya ini akan disambut gembira oleh petani sawit di Babel," kata Kepala DPKP Babel, Edi Romdhoni, Senin (23/5/2022) kemarin. 

Dan untuk pedoman pembelian TBS dari petani, perusahaan sawit harus mengacu pada aturan lama, dimana harga sawit diatur oleh Pemprov Babel dalam rapat penetapan harga bersama pihak terkait lainnya.

DPKP pun mengimbau perusahaan sawit di Babel dapat mentaati aturan ini, sehingga keduanya saling menguntungkan.

Ia mengakui, jika memang pencabutan larangan ekspor ini tidak serta merta langsung menjadikan harga pembelian TBS petani melonjak naik, tetapi setidaknya TBS dari petani kembali bisa ditampung oleh perusahaan. 

"Harga nanti akan dibicarakan dalam rapat rutin, mengacu beberapa hal tentunya, pastinya TBS petani bisa kembali dibeli oleh perusahaan," harap Edi. 

Sementara itu, Ketua DPRD Babel, Herman Suhadi, menyambut baik kebijakan pemerintah mencabut larangan ekspor CPO ini. 

"Kami berharap dicabutnya larangan ekspor ini, harga sawit akan kembali normal di Babel," jelas Herman. 

"Pemerintah dalam hal ini Presiden sangat peduli, mengerti, dan mendengarkan aspirasi yang disampaikan masyarakat khususnya petani dan pengusaha sawit," sambungnya. 

Herman pun mengajak masyarakat khususnya petani untuk menggalakkan perkebunan sawit, sehingga menjadi sumber mata pencaharian untuk menunjang perekonomian di Babel.

"Kami minta seluruh pabrik CPO agar dapat kembali menerima tandan buah segar (TBS) kelapa sawit dari petani, sehingga masyarakat dapat menikmati itu untuk ekonomi keluarganya," pungkas Herman. (dwi/wb)



BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL