PT Thorcon Bakal Kembangkan EBT Pertama di Babel

Robby_Salim    •    Rabu, 25 Mei 2022 | 17:05 WIB
Nasional
ilustrasi.(net)
ilustrasi.(net)

PANGKALPINANG,www.wowbabel.com -- Komitmen dunia dalam pengunaan energi baru dan terbarukan (EBT) disambut oleh pemerintah Indonesia.  Pemerintah telah menyusun Rancangan Undang-Undang (RUU) mengenai EBT untuk mewujudkan target net zero emission pada 2060, melalui transisi energi menuju energi baru dan terbarukan.

Salah satu perusahaan pengembang energi Nuklir, PT Thorcon Power Indonesia menilai nuklir merupakan energi bersih yang dapat menggantikan batubara sebagai energi primer. 

Bob S Effendie, Direktur Operasi PT Thorcon Power Indonesia, mengatakan nuklir adalah huruf B (baru) dalam EBT. Dalam UU energi nuklir dan energi lainnya dianggap setara. Nuklir dapat beroperasi 24 jam, kapan saja, dimana saja, tanpa pengaruh cuaca dan memiliki keekonomian yang bersaing dengan batubara. 

"Jadi nuklir adalah solusi praktis transisi energi tanpa subsidi anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN), " ujar Bob S Effendi kepada wowbabel, Rabu (25/5/2022). 

Ia menjelaskan pemerintah telah menetapkan dalam Kebijakan Energi Nasional (PP 79 Tahun 2014) bahwa pada tahun 2050 EBT sebesar 31% dari bauran nasional namun dengan adanya tuntutan global untuk mencapai net zero emission pada tahun 2060 maka pemerintah harus merevisi PP 79 tersebut rencananya pada tahun 2060 energi terbarukan mencapai 85% dan Nuklir 15%.

"Jadi tidak dapat disangkal bahwa untuk mencapai NZE nuklir harus masuk, semua kajian, baik ESDM, DEN ataupun Bapennas semua mengatakan sama," jelas Bob. 

Bob menambahkan hanya ada perbedaan kapan nuklir itu akan masuk. Menurut ESDM setelah 2045, menurut DEN 2035 dan menurut Bapenas 2030.

"Menurut saya, Bapenas benar karena logikanya bila paska 2030 PLTU batubara harus sudah stop operasi maka nuklir sudah harus siap masuk dan jadwal 2030 sesuai juga dengan target operasi Thorcon, " ujar Bob

Sementara itu, Bob mengungkapkan PT ThorCon serius dalam pengembangan energi nuklir di Indonesia. PT ThorCon sudah beroperasi di Indonesia sejak 2018, jadi sudah cukup lama. Saat ini karyawan Thorcon 20 orang dan sudah membuka kantor cabang di Bangka. 

"Adapun saat ini ThorCon sedang menyelesaikan beberapa kajian yang diminta oleh pemerintah untuk dapat dijadikan pertimbangan untuk pengambilan keputusan," jelas Bob.

Menurut Bob pembangunan pembangkit nuklir pertama akan dilakukan di Bangka Belitung. Selanjutkan akan ada 3 daerah lagi, yakni Sumatera daratan, Kalimatan dan Jawa yang dipasang sebelum 2035.(rob/wb)




BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL