Lahan Seluas 60 Ribu Hektar Dibuka untuk Tambang Darat

Dwi H Putra    •    Selasa, 21 Juni 2022 | 22:40 WIB
Lokal
Pj Gubernur Bangka Belitung, Ridwan Djamaluddin.(ist)
Pj Gubernur Bangka Belitung, Ridwan Djamaluddin.(ist)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Melonjaknya harga timah sejak tahun 2021 lalu menjadi penyebab maraknya aktivitas tambang ilegal, hal ini diakui Penjabat (Pj) Gubernur Bangka Belitung, Ridwan Djamaluddin.

Menurutnya, berdasarkan data yang ada dalam kurun rentang waktu itu, tercatat 60 ribu hektare lahan di Babel sengaja dibuka untuk aktivitas tambang ini.

"Sudah pasti, peningkatan terjadi karena harga naik, semua orang ingin mendapatkan manfaat itu. Dari data kami, lahan yang dibuka untuk tambang di darat ada 60 ribu hektare," kata Ridwan kepada awak media, Selasa (21/6/2022).

"Oleh sebab itu, kami menginiasi terbentuknya satuan tugas (Satgas) tambang ilegal dengan menempatkan pelaku usaha tambang atau industri pertimahan sebagai pelaksana, untuk mengatasi tambang ilegal ini," ujarnya.

Dirinya dengan dibentuknya satgas ini meyakini untuk meminimalisir pertambangan ilegal di Babel dapat terealisasi, termasuk menindaklanjuti keberadaan penampung pasir timah alias kolektor yang tidak sesuai dengan ketentuan.



BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL