Pemerintah Sepakat Tarif Royalti Timah Lebih Tinggi

Abeng    •    Rabu, 22 Juni 2022 | 09:25 WIB
Ekonomi
Ilustrasi. (net)
Ilustrasi. (net)

JAKARTA, wowbabel.com --  Pemerimtah melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)  sepakat untuk menaikkan royalti timah dari 3% ke lebih tinggi lagi. Rencana naiknya royalti disampaikan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Dirjen Minerba) Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin saat rapat dengan Komisi VII DPR RI, Selasa (21/6/2022). 

Struktur baru royalti timah akan bersifat progresif, artinya pada harga timah yang lebih tinggi , produsen membayar tarif yang lebih tinggi.  Kementerian  EDSM  akan berusaha agar terjadi keseimbangan tarif yang menguntungkan negara dan tidak merugikan daya saing produsen Indonesia. 

Kebijakan menaikkan royalti  diambil sebab harga timah saat ini tengah melonjak di atas US$40.000 per ton.  Padahal rata-rata sejak tahun 2015 hina 2021 harga timah US$ 22.693 per ton. 

"Dengan mempertimbangkan dinamika harga, pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM mendukung usulan untuk menaikkan tarif royalti timah. Di mana kenaikannya akan dilakukan secara progresif atau tidak tergantung angka penjualan," ujar Ridwan dalam Rapat Dengar Pendapat yang dipimpin Ketua Komisi VII Sugeng Suparwoto.

 Ridwan menambahkan berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 81 Tahun 2019 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak yang Berlaku pada Kementerian ESDM, tarif royalti timah yang berlaku saat ini adalah flat 3%.

Meski telah sepakat akan menaikkan tarif royalti, rencana itu masih akan dibahas oleh pelaku usaha. Terutama terkait angka kenaikan tarif royalti itu akan dilakukan secara progresif.

"Hal ini sedang kami diskusikan, sedang kami simulasikan angka-angkanya sehingga negara akan mendapat pemerimaan lebih banyak dan badan usaha mendapat penerimaan akan berkurang tetapi tidak terlalu banyak berkurangnya. Kira-kira dicarikan jalan tengahnya kepada kedua belah pihak," tutupnya.

 Sebelumnya  Sugeng mengatakan Komisi VII DPR RI mendesak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) memperbaiki ekosistem pertimahan. Perbaikan yang dimaksud adalah dengan membangun tata kelola dan tata niaga timah secara holistik. (*)



BACA JUGA
MEDSOS WOWBABEL