GM Catur Indonesia Berpulang dalam Kondisi Memprihatinkan

Muri_Setiawan    •    Selasa, 31 Oktober 2017 | 09:31 WIB
Sport
Abah, Haji Ardiansyah. (net)
Abah, Haji Ardiansyah. (net)

WOWSPORT - Dunia olahraga khususnya Catur Indonesia kembali berduka. Seorang 'Legenda', Catur bergelar Grand Master (GM) meninggal dunia dalam kondisi sangat memprihatinkan, Sabtu (28/10/17) lalu.

Akun facebook seorang penulis bernama Pipiet Senja menuliskan status, "turut berduka cita yang mendalam. Semoga almarhum khusnul khotimah. Aamiin YRA".

Dalam tulisannya, Pipiet menceritakan, "Tangga-tangga besi di Blok 77 menuju lantai 4 Rumah Susun Klender, Jakarta Timur menjadi saksi".

"Lelaki itu turun dan naik setiap hari. Makin menua makin susah ia menapaki tangga. Nafasnya kerap tersengal. 
Kakinya tak kuat lagi menjejak. Bergetar tangannya mencoba menahan pegangan. Tak banyak tetangga rumah susun blok -blok lain yg tahu kiprah _"siapa lelaki itu". lanjut Pipiet.

"Rumah susun Klender,  Kamis,  26 Oktober 2017 lalu sepi. Kami datang,  ia terbaring, berkaus singlet dan sarung.  Wajah tua, lelah,  pucat pasi, tersenyum lemah," imbuhnya.

Sejak dua bulan terakhir kondisi kesehatan Haji Ardiansyah terus menurun. 

Ardiansyah diketahui menderita tumor usus dan kanker hati.

"Lelaki kelahiran Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 5 Desember 1951 ini salah seorang pendekar catur yg pernah dimiliki Indonesia. Gelar Grand Master itu ia peroleh pada *Olimpiade Catur di Lucerne, Swiss, 1982*," demikian tulisan Pipiet.

"Abah,  begitu Haji Ardiansyah akrab disapa, pernah mengatakan,  _"Saya sudah tua dan saya rasa tinggal saya sendiri grand master tua yang masih tersisa, yg lain telah tiada,".

"Terus terang saya berharap pemerintah mau memperhatikan kami serta atlet-atlet tua cabang olahraga lainnya untuk mendapatkan sedikit kesejahteraan hidup," ungkap Abah kala itu.

H. Ardiansyah adalah pemain catur Indonesia terkuat sepanjang masa. Ia memiliki kemampuan taktis kelas dunia dan fantasi yang luar biasa.

Lahir di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, 5 Desember 1951. Tercatat lima kali menjuarai Kejuaraan Nasional, yaitu tahun 1969, 1970, 1974, 1976, dan 1988. 

Gelar Master Nasional dan Master Internasional diperolehnya pada tahun 1969 dan pada tahun 1986 ia meraih Grandmaster (sebagai GM kedua dari Indonesia). 

Rating tertingginya 2465 terjadi pada tahun 1991 dan saat ini (Juli 2012) ia memiliki rating 2371.

Selamat jalan Abah, jasamu bagi negeri ini semoga menjadi amal yang dibalas dengan surga disisi Allah SWT. Aamiin



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL