Taufik - Nazaliyus Ditantang Atasi Kemiskinan

Abeng    •    Selasa, 12 Desember 2017 | 15:05 WIB
Pilkada
68 Calon Kepala Daerah mengikuti Sekolah Partai yang digelar DPP PDI Perjuangan di Wisma Kinasih, Depok, Jawa Barat. (Albana/ Wow Babel)
68 Calon Kepala Daerah mengikuti Sekolah Partai yang digelar DPP PDI Perjuangan di Wisma Kinasih, Depok, Jawa Barat. (Albana/ Wow Babel)

WOWPILKADA - Taufik Rizani, Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Belitung ikut dalam rombongan calon kepala daerah yang diusung Partai besutan Megawati Soekarnoputri, Pada Pilkada 2014. Taufik bakal diusung PDI Perjuangan berduet dengan Nazaliyus di Pilkada Beltung.

"Saya dan Pak Nazaliyus, sekarang mengikuti pendidikan calon kepala daerah oleh partai," kata Taufik yang dihubungi, Selasa (12/12/2017).

Taufik mengatakan untuk maju Pilkada Belitung PDI Perjuangan sudah memenuhi syarat dengan 5 kursi di DPRD Belitung.

"Kami terus mengupayakan untuk koalisi, biar sama-sama berjuang untuk Belitung. Diantaranya penjajakan dengan Hanura dan partai lainnya," tukas Taufik.

Taufik menambahkan, materi sekolah partai yang dia ikuti bersama 68 calon kepala daerah lainnya tentang ideologi, pembangunan kerakyatan, dan bahaya radikalisasi.

"Kami diajarkan bagaimana menyusun program utama mengatasi kemiskinan dan pengangguran yang menjadi tugas kepala daerah," ujarnya.

Saat membuka sekolah Partai, Sekjen DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto menggelorakan rasa cinta tanah air kepada 68 calon kepala daerah dan wakil kepala daerah yang mengikuti Sekolah Partai agar melahirkan semangat yang tinggi untuk membangun daerah sekaligus membangun Tanah Air Indonesia.

"Ada banyak tantangan kebangsaan yang harus dihadapi di masing-masing daerah. Yang mendesak adalah soal kemiskinan, soal pendidikan dan kesehatan, termasuk pengangguran untuk diselesaikan oleh setiap kepala daerah," kata Hasto dalam sambutannya di Sekolah Partai yang digelar DPP PDI Perjuangan di Wisma Kinasih, Depok, Jawa Barat, Senin (11/12) dikutip dari Antara.

Diatas semuanya itu, lanjut Hasto, permasalahan ideologi berupa rongrongan terhadap Pancasila, seperti radikalisme dan intoleransi termasuk fenomena politisasi isu SARA harus menjadi prioritas kepala daerah karena menyangkut kepentingan strategis keberadaan bangsa Indonesia.

Oleh karena itu, kata Hasto, nilai-nilai Pancasila harus betul-betul menjadi jiwa dan dipraktikkan dalam segala kebijakan dan program yang diIlakukan di daerah masing-masing.

"Ada banyak pilihan upaya dan langkah-langkah inovatif dan kreatif yang dapat dijadikan terobosan bagi para pemimpin daerah untuk betul-betul secara serius meningkatkan kesejahteraan rakyat. Para pemimpin daerah dari PDI Perjuangan harus bisa menjadi pelopor dalam menunjukkan keberpihakannya kepada rakyat, dan utamanya rakyat miskin," jelasnya.

Hasto juga menekankan, rakyat butuh contoh dan praktik nyata dari para pemimpinnya, "Rakyat juga harus bisa merasakan manfaat dari program kerja para pemimpinnya, oleh karena itu harus ada prioritas program kerja yang berdampak besar bagi kemajuan dan kesejahteraan rakyat," tegasnya.

PDI Perjuangan, lanjutnya, juga berupaya secara serius untuk melahirkan para pemimpin daerah yang berprestasi konkret secara berkelanjutan. Beberapa kader PDIP misalnya Tri Rismaharini (Walikota Surabaya), Hendrar Prihadi (Walikota Semarang), Hasto Wardoyo (Bupati Kulonprogo), Azwar Anas (Bupati Banyuwangi), dan lainnya telah membuktikan bahwa hal tersebut sangat bisa diwujudkan.

Halaman