Kesaksian H. Agus Salim Persembahan Rakyat Bangka

Abeng    •    Kamis, 19 April 2018 | 11:04 WIB
Nasional
Agus Salim dan Sutan Syahrir. (ist)
Agus Salim dan Sutan Syahrir. (ist)

WOWSEJARAH - Ibukota RI Yogyakarta jatuh ke tangan Belanda pada Agresi Militer II 19 Desember 1949. Pemimpin Republik Indonesia diasingkan ke Sumatera.Tak terkeculai Presiden Soekarno dan Mohammad Hatta. Mereka dipisah-pisahkan. Hatta, AG Pringgodigdo, Assaat, dan yang lain dibuang ke Bangka pada 22 Desember 1948. Sementara Soekarno, H. Agus Salim, dan Sjahrir dibawa ke Brastagi, sebelum dipindah ke Parapat, Sumatera Utara.

Pada 5 Februari 1949, Bung Karno dan H Agus Salim yang menjabat Menteri Luar Negeri masa itu dibawa ke Bangka. Sedangkan Sutan Syahrir lebih dahulu dipulangkan ke Jakarta. Sejak menginjak kaki di Bandara Kampung Dul, Bung Karno dan H Agus Salim disambut dengan luar biasa oleh rakyat Bangka. Warga berjejal dipinggir jalan menuju Kota Pangklapinang hingga dibawa ke Muntok berjarak sekitar 160 Km.

Kesaksian H Agus Salim ketika rakyat Bangka menyambut para pendiri bangsa ini bisa dilihat dalam surat pribadinya kepada sang isteri Zainatun Nahar. Surat ini disalin dari buku Seratus Tahun Haji Agus Salim, terbitan Sinar Harapan, 1984 yang dikutip dari akun @potretlawas.

Berikut penggalan Surat H Agus Salim kepada isterinya ketika menjalani pengasingan dari Brastagi ke Muntok di Bangka : 
 
“Lain-lain obat pun sangat dicukupkan. Di Berastagi, di Parapat, dan sekarang di Muntok dan Pangkalpinang, pelayan-pelayan selalu sangat ikhlas dan setia kepada kami, lahir dan batin. Waktu ini kediaman kanda yang res



1   2      3