Perlindungan Konsumen di Era Ekonomi Digital

Tim Wow    •    Selasa, 24 April 2018 | 12:53 WIB
Ekonomi
Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengadakan Sesi Diskusi Dalam Rangka Peringatan Hari Konsumen Nasional 2018 di Alun-alun Taman Merdeka, Kota Pangkal Pinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (23/4). Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Srie Agustina bersama Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman; Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Bangka Belitung, Hermanto serta perwakilan Satgas Pangan Bangka Belitung dan LPPOM MUI Bangka Belitung menjadi narasumber dalam acara tersebut. (Kemendag.go.id)
Kementerian Perdagangan bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung mengadakan Sesi Diskusi Dalam Rangka Peringatan Hari Konsumen Nasional 2018 di Alun-alun Taman Merdeka, Kota Pangkal Pinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Senin (23/4). Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga, Srie Agustina bersama Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Erzaldi Rosman; Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan Bangka Belitung, Hermanto serta perwakilan Satgas Pangan Bangka Belitung dan LPPOM MUI Bangka Belitung menjadi narasumber dalam acara tersebut. (Kemendag.go.id)

WOWBISNIS - Tren pertumbuhan ekonomi digital di Indonesia mengalami perubahan drastis sejak dikenalnya revolusi industri 4.0. Saat ini Indonesia memiliki sekitar 93,4 juta pengguna internet dan sekitar 71 juta pengguna telepon pintar yang menjadikan internet. Transaksi dalam jaringan/daring (online), kini sudah merupakan bagian dari gaya hidup yang tercermin melalui perilaku dalam berbelanja.

Perlindungan konsumen selalu menjadi perhatian Pemerintah, apalagi di era ekonomi digital seperti ini. Demikian disampaikan Plt. Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Srie Agustina yang menjadi pembicara dalam seminar perlindungan konsumen bertema “Konsumen Cerdas di Era Ekonomi Digital”.

Seminar yang merupakan rangkaian kegiatan peringatan Hari Konsumen Nasional tersebut berlangsung Senin (23/4/2018) di Hotel Novotel Pangkal Pinang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel).

“Digitalisasi bidang ekonomi menyongsong era revolusi Industri 4.0 perlu disikapi dengan cerdas agar tidak merugikan konsumen maupun pelaku usaha melalui transformasi instrumen perlindungan konsumen ke dalam cara yang lebih kekinian,” tegas Srie.

Srie juga menjelaskan, kemudahan transaksi daring akan menguntungkan konsumen karena dapat diakses hingga lintas negara sehingga pilihan konsumen terhadap produk menjadi semakin bervariasi. Di sisi lain, terjadi perluasan ketidakseimbangan (asimetri) informasi antara konsumen dan produsen yang da



1   2      3