Jika Terpilih, Mulya Komit Tidak Ijinkan KIP Masuk Matras

ADVERTORIAL    •    Sabtu, 19 Mei 2018 | 00:08 WIB
Pilkada
Kampanye dialogis paslon Mulkan-Syahbudin di lingkungan Matras, Sungailiat belum lama ini. (mmc)
Kampanye dialogis paslon Mulkan-Syahbudin di lingkungan Matras, Sungailiat belum lama ini. (mmc)

WOWPILKADA - Pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Bangka 2018-2023, Mulkan-Syahbudin (Mulya) menegaskan pihaknya tidak akan memberikan rekomendasi perizinan terhadap kapal keruk dan Kapal Isap Produksi (KIP) yang ?ingin melakukan penambangan di perairan laut Matras dan sekitarnya.

Hal tersebut ditegaskan Mulkan saat kampanye dialogis di lingkungan Matras, Kelurahan Matras, Selasa (?15/5/2018) lalu.

Menurut Mulkan, pantai Matras merupakan salah satu kawasan wisata yang ada di daerah ini yang akan dikembangkan pasangan ini dengan mengedepankan wisata kuliner dengan harapan kawasan tersebut menjadi destinasi unggulan lewat produk ekonomi kerakyatan.

"?Maka dari itu, kawasan akan kami jaga. Karena pantai Matras dan sekitarnya dijadikan warga setempat untuk mencari nafkah dan pantai Matras sendiri dijadikan nelayan setempat untuk mencari ikan," tegas Mulkan.

Untuk itu, kata Mulkan, jika Mulya terpilih sebagai Bupati dan Wakil Bupati Bangka, Mulya akan merubah pola perizinan yang diajukan para pelaku usaha ke dinas terkait daerah ini tanpa ada persetujuan dari masyarakat.

"Tanpa persetujuan dari masyarakat setempat, kami tidak akan keluarkan izin usaha apapun termasuk izin kapal keruk dan kapal Isap di pantai Matras," tandasnya.

Menurutnya, Mulya ingin melakukan perubahan yang signifikan terhadap daerah ini demi kesejahteraan masyarakat. 

"Apapun itu bentuknya, akan kami tolak ?semua bentuk



1   2