ABK KM Cahaya Laut Sadar Nelayan Basel Tolak Compreng

Tim_Wow    •    Sabtu, 22 Desember 2018 | 20:42 WIB
Viral
Proses pencarian 5 orang ABK KM Cahaya Laut yang hilang sejak Jumat kemarin. (as/wowbabel)
Proses pencarian 5 orang ABK KM Cahaya Laut yang hilang sejak Jumat kemarin. (as/wowbabel)

WOWBASEL - Para ABK KM Cahaya Laut menyadari bahwa keberadaan mereka menangkap cumi di Perairan Laut Pulau Dapur, Toboali, Bangka Selatan ditolak nelayan lokal setempat. 

Bahkan, mereka mengetahui kabar kalau baru-baru ini ratusan nelayan Basel berunjuk rasa di Mapolda dan kantor Gubernur menolak aktivitas Compreng di Periaran Pulau Dapur dan sekitarnya, lantaran sudah memasuki wilayah tangkap nelayan tradisional. 

"Iya pak tau (nelayan demo)," kata Supriyadi, ABK KM Cahaya Laut saat ditemui di Mapolres Basel, Sabtu (22/12/2018).

"Tapi kami juga sering diminta cumi pak, tetap kami kasih, ada yang minta untuk umpan tetep kami kasih, lagian kami  juga sadar berada di wilayah orang," sambung salah satu rekan Supriyadi. 

Hanya saja, kendati mendengar kabar keberadaannya dikeluhkan nelayan tradisional, mereka tetap beraktivitas, yang akhirnya mengalami musibah tenggelam Jumat (21/12/2018) akibat dihantam badai dan mengakibatkan 5 ABK hilang. 

Namun, menurut informasi yang mereka terima, dengan adanya penolakan dari masyarakat nelayan tradisional, ada beberapa kapal compreng yang mengurungkan niat masuk ke Perairan Basel, khususnya di Perairan Laut Pulau Dapur dan sekitarnya. 

"Ada yang masih dalam perjalanan, tapi karena ada kabar penolakan jadi jalannya diperlambat," ucapnya.

Menurut Supriyadi, pemilik Kapal Compreng yang mereka bawa merupakan warga keturunan Tionghoa dan memiliki tiga kapal



1   2