Bawaslu Kaji Laporan Caleg Demokrat

Hendri Dede    •    Selasa, 05 Februari 2019 | 19:22 WIB
Pilkada
Divisi Hukum Penindakan Pelanggaran dan Sengketa (HPPS) Bawaslu Kota Pangkalpinang, Novrian Saputra.(hen/wb)
Divisi Hukum Penindakan Pelanggaran dan Sengketa (HPPS) Bawaslu Kota Pangkalpinang, Novrian Saputra.(hen/wb)

PANGKALPINANG, www.wowbabel.com -- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Pangkalpinang akan mengkaji laporan dari Caleg Partai Demokrat yakni Lianita Puspita Dewi. Pasalnya Lianita mengaku alat peraga kampanye (APK) miliknya dicabut oleh oknum dari partai politik lainnya.

Divisi Hukum Penindakan Pelanggaran dan Sengketa (HPPS) Bawaslu Kota Pangkalpinang, Novrian Saputra, membenarkan pihaknya sudah menerima laporan adanya caleg yang merasa dirugikan lantaran kehilangan APK di sekitar Kecamatan Rangkui, Pangkalpinang.

Novrian mengatakan caleg yang bersangkutan telah menemukan oknum pelaku pencabutan APK  tersebut sehingga mereka melapor.

"Sebelumnya pihak Bawaslu sudah menerima informasi laporan pengaduan dari salah satu caleg tersebut, namun persyaratan formil dan materil sebagainya tidak mereka sertakan di hari sebelum mereka melaporkan. Untuk itu kami akan mengkaji lebih lanjut dari laporan yang kami terima hari ini,"ungkapnya

Novrian menjelaskan mekanisme selanjutnya pihak Bawaslu akan melakukan kajian awal terkait apakah formil dan materilnya apakah mencukupi dan pelanggaran seperti apa yang terjadi. Nantinya dari hasil laporan tersebut bisa ditentukan dalam tiga hari kedepan.

Lebih lanjut Novrian menjelaskan proses penindakan dari segi aturan, masyarakat Indonesia memiliki hak untuk melaporkan segala pelanggaran pemilu kepada pihak Bawaslu. Namun, hal tersebut tidak boleh lewat dari tujuh hari. Apabila terjadi pelanggaran pidana pemilu maka laporan tersebut masuk ke dalam Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu).

Sebelumnya caleg asal  Partai Demokrat, Lianita Puspa Dewi, Senin (4/2/2019), mendatangi Kantor Bawaslu Kota Pangkalpinang untuk melaporkan hilangnya APK miliknya di Kampung Bintang. Diduga APK tersebut dicopot oleh oknum anggota parpol lain, padahal Lianita sudah meminta izin kepada pemilik rumah dimana APK tersebut terpasang.(hen/wb)

 

Halaman