Ini Cara Penghitungan Zakat Mal

Pelaksana Harian Amil BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) kabupaten Bangka Barat, Hajirin.(wb)
Pelaksana Harian Amil BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) kabupaten Bangka Barat, Hajirin.(wb)

MUNTOK,www.wowbabel.com -- BAZNAS Kabupaten Bangka Barat akan menentukan besaran zakat fitrah tahun ini setelah diadakan rapat minggu depan.

Hal ini diungkapkan oleh Pelaksana Harian Amil BAZNAS (Badan Amil Zakat Nasional) kabupaten Bangka Barat, Hajirin, Kamis (16/05/2019).

"Besaran zakat fitrah nanti kemungkinan minggu depan baru adakan rapat sekitar hari Kamis depan akan dirapatkan untuk zakat fitrah,” kata Hajirin.

Alasannya Kemenag Bangka Barat baru menyampaikan undangan rapat itu, namun sebenarnya upaya untuk memusyawarahkan besaran zakat sudah sejak minggu lalu.

"Sebenarnya sudah minggu lalu mau rapat tapi mungkin orang kemenag masih banyak kegiatan ya, tapi untuk yang lainnya sudah ada dari rakerda kemarin," kata Hajirin didampingi Wakil Ketau I , H.Nurzali Hamid ketika diwawancarai wartawan.

"Untuk zakat mal itu sudah dibicarakan di rakerda BAZNAS, untuk zakat mal dihitung dari simpanan emas berupa uang senilai 84 atau 85 gram karena ada dua versi terkait fiqihnya," ujarnya.

Jika diuangkan sesuai hasil survei harga emas per gram Rp 600 ribu maka tinggal dikalikan dengan dibulatkan 85 gram tersebut.

 "Kalau sudah ada simpanan sejumlah hasil itu baru dikenakan zakat mal ditotalkan kurang lebih, dibulatkan sejumlah Rp 49.281.000,”  terang Hajirin.

"Baru dikenakan zakat 2,5 persennya, zakat mal ini tahunan juga bisa dibayarkan 2,5 persennya,” imbuh Hajirin.

Hajirin menjelaskan kalau dibayar per tahun  sebesar Rp. 1.232.050 atau bisa dicicil bulanan sebesar Rp 102.675.

"Ini sesuai hasil rakerda BAZNAS di provinsi 19 April 2019 bulan kemarin belum lama, zakat fitrah tahun kemarin Rp30.000 per orang tahun ini bisa jadi ada peningkatan kalau pun meningkat paling tinggi mencapai Rp 35.000 sesuai dengan harga pasar dihitung dari rata-rata harga beras yang banyak dipakai,” terang Hajirin.

Selain itu Hajirin menjelaskan pembayaran wajib fidyah itu dilakukan untuk mengganti setiap hari puasa yang ditinggalkan dengan uang sejumlah Rp 20 ribu per harinya sesuai ketentuan fiqihnya.

"Fidyah itu ketika benar-benar sudah tidak mampu lagi melaksanakan puasa seperti lansia, lah dak bisa lagi puasa, baru diganti dengan fidyah, bayarnya ke orang miskin" tukas Hajirin.(rul/wb)

 

 



TRENDING TOPICS
MEDSOS WOWBABEL