Botol Minuman Kemasan Hilang di Kantor Justiar

Aston    •    Jumat, 05 Juli 2019 | 18:59 WIB
Lokal
Meja tamu di ruang dinas Bupati Bangka Selatan kini tanpa perkakas plastik kemasan. (Astoni/wowbabel)
Meja tamu di ruang dinas Bupati Bangka Selatan kini tanpa perkakas plastik kemasan. (Astoni/wowbabel)

TOBOALI, www.wowbabel.com - Berkunjung ke ruang dinas Bupati Kabupaten Bangka Selatan, Justiar Noer, para tamu tak akan menemukan wadah plastik di meja tamu. Ruang dinas Justiar betul-betul steril dari wadah plastik untuk makanan dan minuman.

Dengan tidak ada laginya wadah plastik, pengunjung dibuat seperti sedang berada di rumah sendiri. Para tamu disajikan minuman menggunakan wadah teko dan gelas tak seperti kantor umumnya yang menggunakan air mineral siap saji dari kemasan botol plastik.

Justiar ternyata menerapkan kebijakan tidak menggunakan wadah plastik sebegai bentuk komitmen mengenai kelestarian lingkungan.

"Kita ingin mengurangi sampah plastik terutama sampah plastik dari botol minuman memang tidak mudah, perlahan kita lakukan dimulai dari pemerintah sendiri dengan tidakĀ  lagi menggunakan minuman botol plastik," ujar Justiar saat menjamu wartawan belum lama ini.

Kebijakan pelarangan botol minuman plasti tak hanya diberlakukan diruang kantor Bupati, melainkan berlaku untuk seluruh kantor dinas di Pemerintahan Kabupaten Bangka Selatan.

"Ya, berlaku untuk seluruh kantor dinas, tapi memang saya lihat masih ada sampah botol plastik di kantor-kantor dinas, entah berasal dari tamu atau bagaimana, yang pasti melalui surat edaran saya mengajak semua kantor dinas tidak lagi menggunakan minuman dari botol plastik," imbuhnya.

Saat ini, sampah plastik memang menjadi momok yang tidak bisa dianggap enteng, karena dapat mempengaruhi masa depan lingkungan.

Disampaikan Justiar, Indonesia saat ini menjadi salah satu negara penghasil sampah plastik terbesar dunia. Bahkan, sampah plastik jika tidak ditangani dengan tepat dapat mengancam kesehatan seperti penyakit kanker. Hal inilah yang menjadi salah satu alasan mengapa dirinya harus memberikan contoh kepada semua pihak mengenai bahayanya sampah plastik.

Sayangnya, kebijakan Justiar melarang penggunaan wadah plastik untuk makanan dan minuman belum berjalan maksimal. Ketika berkunjung ke kantor dinas-dinas lainnya, masih ditemukan minuman siap saji dari kemasan botol plastik. (ADV)

Halaman