KM Sepia II Tenggelam di Sawa Tenggiri Karang 9 Sungailiat

Dwi H Putra    •    Kamis, 18 Juli 2019 | 16:27 WIB
Lokal
Kasat Polair Polres Bangka, AKP Elpiadi.(dwi/wb)
Kasat Polair Polres Bangka, AKP Elpiadi.(dwi/wb)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com -- KM Sepia II tenggelam di Perairan Sawa Tenggiri Karang 9 Sungailiat, setelah dihantam gelombang setinggi tiga meter saat menurunkan jaring pari setelah melaut selama enam hari.

"Benar ada kapal nelayan jaring yang tenggelam, semua awak kapal dalam kondisi selamat setelah sebelumnya menginformasikan hal itu ke kapal nelayan terdekat lainnya," kata Kasat Polair Polres Bangka, AKP Elpiadi seizin Kapolres Bangka, AKBP M Budi Ariyanto Sik di Sungailiat, Kamis (18/7/2019).

"Kami mengimbau kepada para nelayan supaya bisa mempersiapkan diri ketika turun ke laut sebab saat ini cuaca kurang bagus," ujarnya.

Elpiadi menjelaskan setiap kapal nelayan wajib melengkapi diri dengan membawa alat keselamatan (pelampung) dan lain-lain termasuk  alat komunikasi radio maupun sarana kontak lainnya.

"Sehingga jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan tindakan penyelamatan dapat mudah dilakukan," jelas Elpiadi.

Berdasarkan informasi yang dihimpun peristiwa yang terjadi pada Rabu (17/7/2019)  pukul 16.00 WIB, sekitar 35 km dari Pelabuhan Jelitik berada di titik koordinat 0 - 13 - 768 dan 06 - 18 - 536 dinakhodai Hendra (36) warga Kampung Baru Sungailiat dengan anak buah kapal (ABK) diantaranya Hidayat (34) warga Parit Pekir Sungailiat, Junaidi (27) warga Indramayu dan Amirudin (44) warga Parit Pekir Sungailiat milik Tan Siakheng beralamat di Jalan Laut Kelurahan Matras.

Nahkoda KM Sepia II kapal nelayan jaring 6 GT, Hendra, menerangkan sekitar pukul 07.00 WIB bertempat di Sawa Tenggiri Karang 9 ± 35 Mil dari Pelabuhan Jelitik, sedang menurunkan jaring pari yang mana sudah enam hari di laut.

Berselang beberapa menit usai menurunkan jaring, kapal kemudian dihantam gelombang setinggi tiga meter dari sisi belakang, membuat buritan kapal mengalami bocor besar.

"Saya langsung menghubungi KM Anggrek 1 yang dinahkodai Marzuan melalui radio untuk meminta tolong," terang Hendra.

"Sekitar 10 menit kapal bagian buritan tenggelam, sehingga posisi kapal bagian depan mengangkat setelah itu bagian ruang nahkoda hancur posisi kapal kemudian langsung miring ke bagian kanan, membuat kapal terbalik dan tenggelam," paparnya.

Hendra menambahkan dirinya bersama ABK langsung memakai alat keselamatan merupakan Lifejacket dan Lifeboy dan berdiri diatas lunas sampai menunggu KM Anggrek 1 yang tiba sekitar pukul 12.00 wib.

"Lalu kami kembali ke Pelabuhan Jelitik sampai sekira pukul 21.30 WIB dalam keadaan sehat dan tidak ada korban jiwa, kerugian ditaksir sebesar Rp 180 juta," tukas Hendra. (*)

Halaman