Pemkab Bangka Tunggu Inkrah ASN Narkoba

Dwi H Putra    •    Kamis, 18 Juli 2019 | 12:08 WIB
Lokal
Wakil Bupati Bangka, Syahbudin Sip. (Dwi HP/wowbabel)
Wakil Bupati Bangka, Syahbudin Sip. (Dwi HP/wowbabel)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com -- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka menunggu hasil inkrah atau putusan pengadilan terkait RN alias RH alias AE salah seorang aparatur sipil negara (ASN) di Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) yang tersandung masalah narkoba.

 

"Kami menunggu inkrah atau putusan pengadilan saja, semuanya kami serahkan sesuai hukum yang berlaku," kata Wakil Bupati Bangka, Syahbudin Sip di Sungailiat, Kamis (18/7/2019).

"Sesuai hasil keputusan pengadilan apapun itu kami terima, nanti dari Pemkab Bangka sanksinya terberat sesuai UU ASN," ujarnya.

Diimbaunya kepada semua ASN di Lingkungan Pemkab Bangka bisa menjauhi penyalahgunaan narkoba, karena hal itu dapat merusak masa depan.

Diketahui, salah seorang oknum aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka diringkus Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bangka berikut barang bukti 1,38 gram sabu-sabu.

Tersangka ASN ini berinisial RH alias RN alias AE (40) diamankan pada 8 Juli 2019 sekitar pukul 14.35 wib di kediamannya di Jalan Sudirman Kelurahan Parit Padang.

RH alias RN alias AE yang telah ditetapkan sebagai tersangka ini menjabat Kasi di Dispora Bangka juga memiliki alamat di Jalan HOS Cokroaminoto Kelurahan Sungailiat Kecamatan Sungailiat.

Dari tangan RH alias RN alias AE turut diamankan tiga lembar tisu warna putih sebagai pembungkus narkoba beserta satu buah kotak rokok Sampoerna Mild dan satu ponsel merk OPPO warna hitam, satu unit sepeda motor Honda Scoopy warna hitam kombinasi putih dengan Nomer Polisi BN-7175-MF diduga kuat dipakai untuk RH alias RN alias AE beraksi atas kejahatan narkobanya.

Tersangka RH alias RN alias AE dijerat Pasal 114 ayat 1 subsider Pasal 112 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika menyatakan setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 dan paling banyak Rp 8 miliar untuk Pasal 112 sedangkan Pasal 114 diancam sampai hukuman seumur hidup. (Dwi HP/wb)

Halaman