Tower Provider Roboh, Istri Mizar Trauma

Dwi H Putra    •    Kamis, 18 Juli 2019 | 12:00 WIB
Lokal
Wakil Bupati Bangka, Syahbudin didampingi kepala OPD mengunjungi rumah Mirza yang sampai saat ini belum diperbaiki pihak perusahaan tower provider. (Dwi HP/wowbabel)
Wakil Bupati Bangka, Syahbudin didampingi kepala OPD mengunjungi rumah Mirza yang sampai saat ini belum diperbaiki pihak perusahaan tower provider. (Dwi HP/wowbabel)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com -- Mizar (35) warga Jalan Nangnung Tengah, Kelurahan Sungailiat, korban yang rumahnya tertimpa tower  provider mengaku istrinya trauma mendalam setelah peristiwa yang terjadi pada Senin (15/7/2019) pagi.

 

Bahkan, walau rumah itu selesai direnovasi istrinya takut untuk kembali diam di rumah yang hancur tertimpa tower provider tersebut.

"Istri saya trauma, sebenarnya kami juga nggak mau hanya sekedar renovovasi, mau ganti rumah," kata Mirza di Sungailiat, Kamis (18/7/2019).

"Walaupun direnovasi, istri saya bilang tidak mau lagi tinggal disini, takut dan trauma sekali dia sejak kejadian ini," paparnya.

Mirza mengaku sampai saat ini ia dan keluarganya belum bisa beraktivitas normal, karena masih terus terpikirkan kondisi rumah dan trauma.

Kejadian yang hampir merenggut nyawa Mizar dan anak istrinya ini pun baru disikapi perusahaan sebatas membereskan rumah dan penyediaan rumah kontrak untuk menyimpan barang-barang, tak ada uang tunggu untuknya yang belum bisa beraktivitas normal.

"Saya belum bisa melakukan aktivitas apapun  tiap malam, bangun tidur saja pikiran masih kacau, masih kepikiran kejadian malam itu sama kondisi rumah ini," jelas Mirza.

"Walau ada perhatian perusahaan tapi masih sebatas itu lah yang katanya mau renovasi rumah dan permintaan kami minta rumah kontrakan untuk nyimpan barang, kalau bicara mau kasih biaya tunggu nggak ada sama sekali," terangnya.

Ia berharap pihak perusahaan benar-benar serius menangani masalah ini, sehingga ada kepastian dan menegaskan tak ada lagi pembangunan tower yang sejak awal memang tak dikehendaki itu.

"Minta tower jangan dibangun lagi lah, trauma kami disini, dari awal memang tidak kami inginkan," sebut Mirza.

Mizar mengaku sudah beberapa kali melakukan pembicaraan dengan pihak tower dan belum ada negosiasi lanjutan untuk kejelasan secara kongkrit, kejadian dini hari jam 01.30 WIB ini sempat membuat istrinya cidera dibagian kaki akibat tertimpa reruntuhan beton rumah setelah tower tersebut roboh. (Dwi HP/wb)

Halaman