Nenek Julita Hilang, Kakek Toyib : Kembalilah

Chairul Aprizal    •    Minggu, 21 Juli 2019 | 17:17 WIB
Lokal
Kakek Toyib, suami nenek Julita. (Chairul/wowbabel)
Kakek Toyib, suami nenek Julita. (Chairul/wowbabel)

MUNTOK, www.wowbabel.com - Kakek Toyib (70) berharap Istrinya Julita (65) segera ditemukan dalam keadaan apapun asalkan bisa kembali.

Sejak Rabu (17/7/2019) lalu Kakek Toyib mengungkapkan istrinya Julita telah hilang setelah sorenya anak dan cucunya sibuk menanyakan keberadaan nenek Julita.

Awalnya Toyib belum menyadari hal itu, saat mendekati waktu Maghrib dirinya baru percaya bahwa nenek Julita telah hilang ketika setelah dicek dikamar tidur tidak ada.

"Sebelum hilang itu dia (istri) sempat mengeluhkan kesakitan di kepala seperti ditusuk-tusuk dan berbuih mulutnya habis itu dan pingsan sampai jam empatan shubuh itu nah sorenya hilang," ungkap Toyib ketika ditemui di rumahnya Desa Selindung kecamatan Muntok Bangka Barat, Minggu (21/7/2019).

"Apa sakarat maut jadi kumpul anak baca Yasin lah sadar ada 4 kali 5 kali pernah macam ini, pernah sampai lama tidak berangkat 3 bulan," ujarnya.

Tapi kata Toyib sebelum kehilangan Julita kondisinya dalam keadaan sehat dan sudah sembuh dari penyakit itu.

"Tidak pikun cuman pernah lama mikir, tiap harinya masak-masak, bersih Rumah tidak pernah jauh dari Rumah keliarannya Rumah anakkan disekeliling, jadi disini sinilah tidak jauh," tandas Toyib.

Toyib mengatakan sempat tiga kali ditanyakan hal itu kepada "Orang Pintar" (Dukun) dengan jawaban yang hampir sama mengatakan nenek Julita masih ada disekitaran situ sedang menuju ke arah tambang seberang sungai.

"Kalau orang kampung inikan ya tidak lepas dari orang pintar, kata mau menuju kesana (tambang) tapi tidak bisa karena mau nyebrang sungai," imbuhnya.

"Ada yang mempengaruhinya (Makhluk Halus) jadi jasad tapi kosong lah dikuasai katanya, harap bantuan inilah (Basarnas dan Pol PP) supaya cepat pulang. Lah dikuasai makhluk halus. Jasad masih utuh katanya," terangnya.

Toyib mengatakan bahwa Sabtu malam anaknya sempat mendengar suara tangisan di sekitar.

"Itulah berdoa kalau Tuhan agik (Masih) nolong kita ikhlas dikembalikan mati atau hidup, yang penting kembalilah, ciri-ciri kurus. Sawo matang kaya biasalah kulitnya, rambut potong pendek kemarin beruban dikit-dikit," kata Toyib yang kesehariannya petani sahang ini. (Chairul/wb)

Halaman