Dituding Lamban, Kapolres Basel Enggan Komentar

Aston    •    Senin, 22 Juli 2019 | 22:31 WIB
Lokal
Kapolres Basel AKBP Aris Sulistiyono saat memberikan keterangan pers di Mapolres Basel. (Astoni/wowbabel)
Kapolres Basel AKBP Aris Sulistiyono saat memberikan keterangan pers di Mapolres Basel. (Astoni/wowbabel)

TOBOALI, www.wowbabel.com - Setelah ramai dan jadi sorotan publik, Kapolres Bangka Selatan, AKBP Aris Sulistyono akhirnya angkat bicara terkait dugaan kasus penganiayaan santri yang dilakukan oleh oknum Polisi Polres Basel, Bripka Jam.

Senin (22/7/2019) sore, Kapolres menggelar press confrence di Mapolres Basel. Dalam press confrence Kapolres mengundang Kepala Kantor Depag, MUI, Ketua KPAD Babel, Dinas Pendidikan, serta tokoh agama dan sejumlah ormas.

Dalam keterangannya, Kapolres membenarkan telah terjadi dugaan tindak penganiayaan terhadap santri Al-Istiqomah inisial DP (9) Warga Desa Gadung oleh oknum yang bertugas di  Mapolsek Air Gegas sebagai Kanit Binmas, Bripka Jam pada Rabu (17/7/2019) yang lalu.

Menurut Kapolres, sejak peristiwa tersebut pihaknya melalui Propam sudah menindaklanjuti pengaduan masyarakat.

"Hingga saat ini Propam bersama Reskrim telah mengumpulkan bahan keterangan selanjutnya untuk ditindak lanjuti sesuai SOP yang ada dipihak kepolisian," kata AKBP Aris dalam keterangan persnya.

Ia menuturkan, telah memeriksa empat orang saksi termasuk DP selaku korban.

"Selain meminta keterangan terduga korban kami juga sudah memintai keterangan tiga orang saksi yang mengetahui kejadian tersebut," tuturnya.

Bripka Jam kata Kapolres, sudah di nonaktifkan sebagai Kanit Binmas Polsek Air Gegas guna memudahkan dalam pemeriksaan.

"Saya



1   2      3