Terlibat Narkoba, Oknum ASN Terancam Dipecat

Dwi H Putra    •    Senin, 22 Juli 2019 | 13:33 WIB
Lokal
Bupati Bangka Mulkan SH MH.(dwi/wb)
Bupati Bangka Mulkan SH MH.(dwi/wb)

SUNGAILIAT, www.wowbabel.com -- Bupati Bangka, Mulkan SH MH menyatakan tidak ada toleransi bagi aparatur sipil negara (ASN) di Lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka yang terlibat narkoba.

"Kami akan menunggu inkrah dari pengadilan negeri terkait ASN ini, selanjutnya kami akan membuat surat rekomendasi pemberhentian ke Komite ASN," kata Mulkan di Sungailiat, Senin (22/7/2019).

"Mau diberhentikan secara hormat atau tidak hormat itu tergantung dari KASN nantinya," ujarnya.

Mulkan menjelaskan saat ini aturan yang ditetapkan KASN sudah sangat jelas terkait keterlibatan ASN dalam penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba, bahwa satu hari dihukum penjara berakibat diberhentikan dari pekerjaannya.

Ditambahkannya kedepan, Pemkab Bangka bekerja sama dengan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bangka bakal melakukan tes urine secara berkala, guna mengetahui ASN atau tenaga kontrak yang mengonsumsi narkoba.

"Kami bakal kerjasama dengan BNNK untuk berkala melakukan tes urine kepada semua pegawai," pungkasnya.

Diketahui, salah seorang oknum aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangka diringkus Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bangka berikut barang bukti 1,38 gram sabu-sabu.

Tersangka ASN ini berinisial RH alias RN alias AE (40) diamankan pada 8 Juli 2019 sekitar pukul 14.35 wib di kediamannya di Jalan Sudirman Kelurahan Parit Padang.

RH alias RN alias AE yang telah ditetapkan sebagai tersangka ini menjabat Kasi di Dispora Bangka juga memiliki alamat di Jalan HOS Cokroaminoto Kelurahan Sungailiat Kecamatan Sungailiat.

Dari tangan RH alias RN alias AE turut diamankan tiga lembar tisu warna putih sebagai pembungkus narkoba beserta satu buah kotak rokok Sampoerna Mild dan satu ponsel merk OPPO warna hitam, satu unit sepeda motor Honda Scoopy warna hitam kombinasi putih dengan Nomer Polisi BN-7175-MF diduga kuat dipakai untuk RH alias RN alias AE beraksi atas kejahatan narkobanya.

Tersangka RH alias RN alias AE dijerat Pasal 114 ayat 1 subsider Pasal 112 ayat 1 Undang-Undang RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika menyatakan setiap orang yang tanpa hak atau melawan hukum memiliki, menyimpan, menguasai, atau menyediakan Narkotika Golongan I bukan tanaman, dipidana dengan pidana penjara paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 800 dan paling banyak Rp 8 miliar untuk Pasal 112 sedangkan Pasal 114 diancam sampai hukuman seumur hidup.(dwi/wb)

Halaman