Harga Timah Makin Anjlok, Hanya USD 16.830/Ton

Abeng    •    Selasa, 06 Agustus 2019 | 17:18 WIB
Ekonomi
ilustrasi
ilustrasi

LONDON, www.wowbabel.com – Imbas perang dagang antara Amerika Serikat dengan China belum berakhir.

Memasuki awal Agustus 2019, seluruh harga logam dunia masih tertekan. Tak terkecuali,  harga timah sebagai komuditas ekspor utama Provinsi Bangka Belitung (Babel).

Pada perdagangan, Selasa (6/8/2019) di London Metal Exchange (LME), harga timah jatuh 0,4% dari pembukaan perdagangan sehari sebelumnya. Komoditas timah dihargai USD16.830 per metrik ton. Sepekan sebelumnya harga timah masih ditas USD 17.000 metrik ton.

“Pemicu kemerosotan adalah eskalasi terbaru dari kebuntuan perdagangan antara Amerika Serikat dan Cina, Presiden Trump mengumumkan pengenaan lebih banyak tarif pada barang-barang Cina yang efektif awal bulan depan,” tulis Louise Heavens dari business.financialpost.com.

Tercatat, harga timah hingga Agustus 2019 terendah yang pernah terjadi. Gejala mulai anjloknya harga timah dunia terjadi pada penutupan perdagangan (2/7/2019) harga timah kontrak tiga bulan ke depan amblas 6,35% ke level US$ 17.700/ton. Selama satu bulan kemudian, harga terus turun.

Apa yang membuat tertekan dari kompleks logam dasar LME adalah kemunduran dalam aktivitas manufaktur global seperti yang ditunjukkan oleh penurunan purchasing manager index (PMI) di seluruh dunia.

"Untuk pertama kalinya dalam sejarah baru-baru ini kami sekarang memiliki sebagian besar PMI manufaktur global dalam kontraksi," kata BMO Capital Markets. 

Menurut PMI pasar logam sangat peka terhadap kesehatan ekonomi industri besar China, yang sedang berjuang. Ekonomi logam utama lainnya seperti Korea Selatan, Jepang dan Taiwan juga sedang melemah.

Aktivitas manufaktur di zona euro berubah dari buruk menjadi lebih buruk, berkontraksi pada laju tercepat pada Juli sejak akhir 2012.

Sektor otomotif merupakan sumber kelemahan permintaan logam tertentu. Produksi kendaraan bermotor dunia turun tahun lalu untuk pertama kalinya sejak krisis keuangan, menurut Organisasi Internasional Produsen Kendaraan Bermotor.

Pasar mobil dihantam oleh penurunan siklus yang lebih luas dan tantangan struktural dari transisi dari mesin pembakaran internal ke kendaraan listrik. Penjualan kendaraan China telah turun tahun ke tahun selama 12 bulan berturut-turut, dengan harapan bahwa permintaan mobil akan turun sekitar 5% tahun ini setelah turun 2,8% tahun lalu menjadi 28,1 juta unit - penurunan pertama sejak 1990-an. (*)

Halaman